Recommended Film #2 : ‘127 Hours’

127 Hours

a good film

Film ini bagus banget. Wajib ditonton. Terutama bagi mereka yang ngaku lagi pusing, frustasi, galau, ato apalah itu yang sedih-sedih karena mengaku punya masalah yang berat banget. Liat aja film ini. Penderitaan kita mungkin belum seberapa dengan cobaan yang dialami oleh tokoh utama dalam film ini, yaitu Aron Ralston. Film ini sangat inspiratif banget! Menariknya lagi, film ini berdasarkan kisah nyata.

Aron Ralston adalah pemuda yang senang berpetualang. Mencari hal-hal baru ke tempat-tempat baru yang belum pernah dikunjunginya. Uniknya, dia senang pergi seorang diri dan tidak pernah memberi tahukan kemana tujuannya kepada orang lain, bahkan kepada keluarganya sendiri, dengan alasan tertentu pastinya.

Suatu hari, Aron berpetualang ke lembah yang dipenuhi oleh tebing-tebing curam yang lebih mirip seperti jurang-jurang di permukaan bumi. Saat hendak melangkah, karena kurang hati-hati, tiba-tiba ia terperosok ke dalam tebing curam yang dihimpit oleh dua buah tebing yang sangat sempit. Sayangnya, sebuah bongkahan batu yang cukup besar turut serta jatuh bersamanya. Dalam sekejab, tangannya telah terjepit batu besar itu hingga tak bisa ditarik. Bongkahan batu itu pun sama sekali tak bisa digerakkan.

Aron Ralston

Pelajaran penting dalam kisah ini adalah semangat juang yang tinggi dalam diri Aron, dia tidak mudah menyerah meskipun peluang selamat dari jurang itu sangat sedikit, ia berada di tengah-tengah lembah yang sangat luas. Digambarkan bagaimana perjuangannya selama 127 jam mencoba berbagai cara untuk menarik tangannya kembali. Ia tetap mengerahkan segala kemampuannya meski telah berjuang selama 5 hari dan belum membuahkan hasil yang berarti. Dia tidak kehilangan semangat meski ia sendiri tidak yakin bisa selamat. Harapan tetap ada, dan harapan itulah yang memberikan kekuatan tersendiri bagi dirinya.

Di tengah cobaan yang benar-benar menguras tenaga dan pikiran itu, setiap hari dia selalu mencoba menghibur dirinya sendiri. Bayangan-bayangan tentang kedua orangtuanya, keluarganya, dan teman-temannya selalu melintas di pikirannya. Dia juga merekam apa-apa yang sedang terjadi dan juga meninggalkan pesan-pesan terakhirnya apabila dia gagal keluar dari tebing itu. Dibutuhkan mental yang kuat agar bisa menjaga semangat juang untuk bertahan selama 5 hari di tengah lembah luas yang gersang dalam keadaan tangan terjepit di antara tebing curam. Parahnya lagi, dia hanya membawa bekal 1 botol air minum yang tinggal tersisa 400 ml serta sedikit makanan.

Aron saat terjepit

Keputusan terakhir yang terpaksa ditempuh sungguh di luar dugaan, ia nekat memotong tangannya sendiri pada hari ke 6 demi melangsungkan kehidupannya. Bahkan ia memotong tangannya hanya dengan sebuah alat yang tumpul karena ia tidak membawa pisau tajam. Setelah selamat, Aron pun sangat bersyukur dan segera merubah kebiasaan-kebiasaan buruknya kepada orangtua ataupun saudara-saudaranya. Aron tetap menjadi petualang yang kemudian tetap mendaki  berbagai pegunungan dan menjelajah berbagai tempat. Tidak lupa ia selalu memberi tahu kabar dan tujuan kemana ia akan pergi kepada keluarganya. Ternyata, di balik semua takdir  Tuhan, selalu ada hikmah tersendiri yang sangat berarti bagi diri kita. Setiap masalah didatangkan silih berganti untuk menuntun kita menuju kedewasaan. Semua cobaan diberikan oleh Allah untuk mendidik kita ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Keep positive thinking for everything!

11 Mei 2012, 12:46 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s