Rumput Tetangga Lebih Hijau

Tak ada orang yang hidupnya tentram tanpa didatangi oleh masalah. Yang ada adalah, orang yang selalu tenang dalam menghadapi segala masalah, sehingga ia mendapatkan hidup yang tentram. Banyak orang yang iri atau kurang bersyukur terhadap apa yang Allah berikan kepadanya. Mereka selalu merasa ‘rumput tetangga lebih hijau’, lebih enak, lebih segar, dan lebih-lebih lainnya. Padahal, semua orang tak luput dari masalah. Namun, masalah yang kita hadapi itu berbeda-beda. Semakin tinggi ilmu seseorang, akan semakin tinggi pula kadar tingkatan masalah yang akan dihadapinya. Kita hanya perlu tetap tenang menghadapi segala macam masalah yang pasti selalu hadir menghampiri kehidupan kita. Allah lah yang paling tahu kadar kemampuan hamba-Nya, Dia tak kan memberi cobaan yang tak sanggup ditanggung hamba-Nya. Nah, itulah jawabannya, yang artinya semua masalah ada jalan keluar yang kita sebenarnya mampu menemukannya.

Mengapa kita sulit untuk bersyukur? Karena kebanyakan dari kita hanya melihat orang lain itu lebih enak dan lebih beruntung. Mungkin, orang lain pun melihat demikian. Sesungguhnya itu hanyalah godaan setan agar kita sulit untuk bersyukur dan iri melihat apa yang dimiliki orang lain. Sebenarnya, semua orang sama-sama diberi cobaan, namun berbeda kadarnya, sesuai tingkat kemampuan masing-masing. Bahkan, semua harta yang kita miliki adalah cobaan bagi masing-masing individu untuk bertanggung jawab menggunakan harta itu dengan sebaik-baiknya.

Janganlah bersedih hati dengan segala cobaan ataupun masalah, yang pastinya akan datang silih berganti. Bila cobaan datang, mungkin kita bisa menyendiri atau merenung sejenak. Namun, segeralah bangkit. Tak baik bersedih berlama-lama. Bangkitlah, bergabunglah dengan sahabat dan teman-teman  di sekitar kita. Dengan bergaul, dengan berteman, kita akan melihat bagaimana mereka menghadapi berbagai masalah masing-masing. Dengarlah curahan hati mereka, dengarlah pendapat mereka, dengarlah pemikiran-pemikiran mereka, dan dengarlah masukan-masukan dari mereka. Untuk apa? Yang jelas bukan untuk menambah beban ataupun pikiran kita. Dengan mendengar cerita-cerita dari mereka, kita akan merasa lebih beruntung dan merasa wajib bersyukur dengan apapun yang telah kita miliki saat ini. Kita merasa tidak pantas untuk mengeluh dengan hanya segelintir masalah yang baru kita hadapi saat ini.

Bersahabat bukanlah hanya untuk sekedar berbagi keluh kesah, namun juga berbagi kebahagiaan. Saling menghibur, saling mengingatkan, dan saling memberi masukan positif bagi sahabatnya. Bersahabat adalah saling merangkul, saling menguatkan untuk maju bersama-sama dalam dekapan ukhuwah. Bersahabat adalah menjaga aib atau kekurangan-kekurangan yang ada dalam diri sahabat kita dengan memperlihatkan kelebihan-kelebihan mereka.

Saturday, ‎May ‎05, ‎2012, ‏‎1:03:43 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s