Mentor: Perjuangan Mulia Untuk Sesama

Kali ini, kita akan membahas tentang perjuangan para mentor, khususnya mentor yang membimbing pada setiap kegiatan mentoring atau liqo’ atau halaqoh. Mentor adalah orang yang bersedia membimbing dan berbagi ilmu serta memberikan dorongan atau motivasi demi kemajuan bersama. Mentoring adalah suatu pembelajaran efektif secara berkelompok dengan penyampaian lisan dari seorang mentor, untuk mendalami agama islam dan juga menguatkan ikatan ukhuwah atau persaudaraan serta sebagai sarana untuk men-charger iman. Dalam mentoring, otomatis kita akan saling mengingatkan untuk selalu istiqomah dalam menjalankan perintah-perintah Allah.

Tugas seorang mentor sangatlah mulia dihadapan Allah maupun di hadapan manusia. Karena selain berbagi ilmu, mereka pun ikut berdakwah untuk kepentingan umat. Mereka rela mengorbankan kepentingan pribadi demi menegakkan agama Allah. Mentor harus meluangkan waktu, pikiran, tenaga dan hal-hal lainnya.

Yang pertama ialah waktu, mentor harus meluangkan waktu tersendiri, tidak hanya waktu dalam mengisi kegiatan mentoring, namun juga waktu untuk mempersiapkan materi yang akan disampaikannya. Yang kedua yaitu pikiran, mentor harus mempelajari terlebih dahulu perihal materinya dan harus siap menerima pertanyaan-pertanyaan yang sering kali muncul dari para peserta mentoring. Yang ketiga adalah tenaga, sudah pasti jika seseorang akan mengisi sebuah acara, ia memerlukan tenaga yang lebih. Dibutuhkan kondisi kesehatan yang optimal, sehat jasmani maupun rohani.  Namun dari segala hal yang telah dikorbankan, semua itu tidak akan ada artinya dibandingkan keinginan besar untuk meraih ridho Allah. Segala yang dikerjakan pun akan terasa menyenangkan jika telah dibubuhi keihklasan hati untuk berbagi kepada sesama.

Satu hal yang menarik yaitu, pada setiap kegiatan mentoring, para mentor harus menyampaikan materi dan juga memberi motivasi. Itu artinya, mereka harus selalu dalam keadaan baik dan berusaha menciptakan suasana yang menyenangkan. Itulah salah satu tantangan terbesarnya, bagaimanapun perasaan hatinya saat itu, baik senang maupun sedang dirundung kesedihan, mereka tetap harus bersemangat dan menyenangkan. Bagaimana jika suasana hati sedang sedih, namun tetap dituntut untuk memberikan motivasi dan pengaruh positif bagi orang lain? Mereka harus bisa membalikkan keadaan bahwa, semangat dari adik-adik peserta lah yang memberi motivasi tersendiri untuk tetap mengisi mentoring dengan baik.

Bagaimanapun pengorbanan mereka, Allah-lah yang akan membalas jasa perjuangan para mentor sebagai pengemban dakwah islam. Ilmu yang diberikan mudah-mudahan menjadi amal jariyah bagi para mentor yang terus berjihad di jalan Allah dengan hati tulus dan ikhlas.

16 September 2012, 06:59 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s