H-1!!!


H-1 tes mid semester 1 di kelas 12. Aku benar-benar takut, tapi nggak tau kenapa, rasanya males banget, meskipun hanya sekedar membuka buku. Belum apa-apa aku sudah ngerasa minder and pesimis bahwa midku akan gagal dan remidi, terutama mata pelajaran inti di jurusanku, yaitu matematika, fisika dan kimia. Rasanya , belajar ataupun tidak itu sama saja, alias bakalan remidi. Aku juga nggak minat sama pelajaran-pelajarannya itu. Mungkin aku salah jurusan. Aku bener-bener nggak suka sama yang namanya angka. Menurutku, aku lebih cenderung menyukai jurusan bahasa. Aku suka membaca, aku suka menulis, aku suka menghayal, dan aku suka semua hal yang berhubungan dengan sastra.

Nah, maka dari itu, aku nggak tau lagi harus gimana, aku bingung, aku sebel harus bergelut sama angka-angka yang menurutku nggak penting itu. Aku pengen cepet-cepet keluar dari lingkaran angka ini. Tapiiiii, itu semua nggak merubah tuntutan nilaiku yang harus tetep mendapat nilai baik jika ingin mendapatkan jurusan atau universitas yang baik di kemudian hari. Dan itu artinya, aku harus tetep bergelut dengan itu semua sampai ujian nasional, bahkan hingga tes perguruan tinggi yang aku yakin juga nggak gampang. Aku bingung banget nentuin jurusan . Lebih baik mengikuti minatku atau melanjutkan studiku yang sudah terlanjur mengambil jurusan ipa? Jikalau aku harus tetap pada jalur ipa, aku pun nggak menolak, karena menurutku masih ada satu harapan lagi di jurusan ipa, yakni biologi.  Biologi nggak ada angkanya, namun menuntut hafalan yang bener-bener serius, nggak bisa maen-maen. Beda sama jurusan hukum atau sosial yang jawabannya masih bisa dikarang-karang, karena tidak mempunyai nilai mutlak, tapi yang namanya nama latin atau proses fotosintesis itu nggak bakalan bisa dikarang. Namun, salah satu pertimbangan terbesarku masuk ipa adalah karena aku menyukai biologi. Aku cinta biologi, aku cinta lingkungan, aku cinta pertanian, aku cinta tanaman. Intinya, aku cinta dan peduli sama yang namanya alam.

Kalau hafalan, aku memang lebih menonjol. Tapi nggak tau kenapa, aku sering dikecewakan sama yang namanya ulangan pelajaran hafalan, aku sebel banget. Aku udah hafalan sedemikian rupa sehingga, namun nilaiku tetep aja jelek, malah terkadang masih nggak tuntas. Entah karena gurunya yang menuntut jawaban yang harus benar-benar sama dengan buku and nggak nerima toleransi apapun  atau karena akunya yang kurang belajarnya, nggak tau lah. Huh sebel banget pokoknya. Apalagi kalo ngeliat temen-temen yang mendapatkan nilai baik hasil menjaplak, campur aduk deh tu rasanya.

Aku pengennya sekolah yang nggak menuntut banyak-banyak, kalo menurutku ya jurusan bahasa jawabannya (bahasa Indonesia). Menurutku, sastra adalah kemampuan pribadi masing-masing. Bagus tidaknya suatu karya sastra tidak dinilai dari satu sudut pandang yang mutlak. Bahasa nggak menuntut rumus dan angka, ataupun hafalan yang bejibun yang harus persis sama dengan buku. Nggak mendidik banget deh.

Mungkin banyak yang bilang aku salah jurusan. Tapi menurutku enggak juga sih. Aku udah milih ipa dengan berbagai pertimbangan tertentu. Ipa adalah pilihanku, dan aku harus konsekuen dengan semua jalur yang telah aku pilih. Nggak boleh ada kata menyesal lagi, nggak boleh ada kata mundur. Yang ada hanyalah kata semangat maju menatap masa depan yang ‘wajib’ gemilang. Yah, sekian dulu curhatku tentang kebingunganku, tentang kesebelanku, tentang kebodohanku, dan tentang sedikit mimpi yang agak ngelanturku.

#saran and kritik diperlukan banget

7 oktober 2012, 11:21 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s