Keyakinan Buahkan Kenyataan

Kisah ini tentang seorang wanita yang umurnya terbilang masih sangat belia, yakni sekitar 17 tahun dan masih duduk di bangku SMA. Sebut saja ia bernama Ani. Awalnya, entah kenapa saat menstruasi, Ani sering mendapati tubuhnya lemas hingga tak bisa beraktivitas normal seperti biasanya. Saking lemasnya, Ani pun rajin membolos sekolah di hari-hari ia menstruasi. Bahkan, di rumah pun ia hanya sanggup terkulai lemah di ranjang tempat tidurnya. Lebih mirisnya lagi, untuk sekedar buang air kecil ke kamar mandi ia sudah tak sanggup. Artinya, Ani harus selalu digendong ke kamar mandi untuk memenuhi kebutuhan pribadinya sendiri. 

Bulan berganti bulan, namun sakitnya saat menstruasi tidak kunjung mereda. Otomatis Ani dan orangtuanya pun heran bercampur khawatir. Akhirnya Ani memberanikan diri periksa ke dokter, perasaan was-was pun menghantuinya.

Tidak disangka-sangka, informasi yang mengalir dari mulut dokter begitu mengejutkan Ani dan keluarga. Bagaimana tidak, Ani divonis mengidap penyakit kista yang tumbuh dan menempel di rahimnya. Bahkan umur Ani diprediksi hanya tinggal 6 bulan lagi. Ani begitu terpukul mendengarnya, tak pernah terlintas sedikitpun di benaknya bahwa ia mengidap penyakit kista.

Tidak hanya sampai di situ penderitaan yang Ani rasakan. Solusi yang diberikan oleh dokter semakin membuatnya down dan seperti hilang harapan. Dokter menyarankan, jika ingin selamat, rahim Ani yang ditumbuhi kista harus segera diangkat dan dikeluarkan dari dalam tubuhnya. Tujuannya agar tidak menyebar, karena kista adalah penyakit berbahaya. Dan pilihannya hanya dua, yakni operasi pengangkatan rahim, atau keselamatannya terancam oleh kista yang dideritanya. Sungguh pilihan yang tidak mudah bagi seorang wanita. Tentu semua wanita tidak akan rela jika rahimnya diangkat dari tubuhnya. Ani pun tidak bisa membayangkan masa depannya. Akhirnya ia hanya bisa pasrah, namun ia menolak untuk pengangkatan rahimnya.

Di sekolah, Ani beruntung mempunyai ibu guru yang baik hati dan sangat terbuka. Bukan hanya sebagai guru, namun ia lebih sering menjadi sahabat yang baik bagi murid-murid. Suatu hari, untuk mendukung pelajarannya, ibu Kiki memberikan sebuah film yang berisi kumpulan-kumpulan video motivasi. Ternyata video tersebut sangat berpengaruh terhadap pola pikir Ani. Yang awalnya putus asa, kini tumbuh semangat hidupnya. Lebih dari itu, video tersebut membawa Ani untuk selalu berpikiran positif. Karena kekuatan pikiran memanglah ada dan dampaknya bisa luar biasa.

Sejak hari itu, Ani sering menonton video-video motivasi dari gurunya tersebut. Isi dalam video selalu mengajaknya untuk berpikiran positif, apa yang diinginkannya supaya diyakininya. Hari berganti hari, dan Ani pun menerapkan tips-tips motivasi dari video tersebut. Tentu yang Ani inginkan adalah kesembuhan dari kista. Dan mulai saat itu, yang ada di pikiran Ani hanyalah sehat, sehat, dan sehat. Ia pun berusaha bersikap layaknya orang yang sehat. Ia tanamkan dalam pikirannya bahwa ia adalah orang sehat tanpa penyakit kista.

Tiba-tiba, perubahan yang mengejutkan muncul. Saat Ani kontrol kesehatan di rumah sakit, dokter menyampaikan kabar gembira, yakni kista di rahimnya mengecil. Ani sangat senang mendengar kabar itu, ia semakin yakin akan kesembuhan dirinya.

Akhirnya, usaha dan keyakinan Ani membuahkan hasil. Kista yang ada di dalam rahimnya lama-kelamaan semakin mengecil. Dan kabar yang ditunggu-tunggu pun datang juga. Dokter yang memvonisnya kista dan mengharuskannya operasi pengangkatan rahim, saat itu mengumumkan bahwa penyakit kista yang diderita Ani sembuh total. Dokter pun dibuat terheran-heran olehnya. Dalam jangka waktu tidak ada 6 bulan, kista dapat sembuh seketika. Padahal selama ini, Ani hanya meminum obat penghilang rasa sakit dari dokter. Ia sangat bersyukur atas kesembuhan dan nikmat sehat yang Allah berikan.

Begitu sembuh, Ani tidak lantas melupakan jasa ibu Kiki, terutama dalam hal memberi pencerahan dan motivasi. Saat itu juga, Ani menghubungi ibu Kiki melalui sms, yang berbunyi: “Terima kasih Miss Kiki, berkat Miss Kiki, aku nggak jadi mati.” Sontak ibu Kiki yang menerima sms tersebut didera rasa bingung dan penasaran. Ia merasa tidak melakukan apa-apa yang berarti bagi Ani. Akhirnya, keesokan harinya barulah Ani bercerita segala hal, mulai dari vonis kista hingga sembuh berkat video motivasi dari ibu Kiki.

Percaya tidak percaya, Ani telah membuktikannya. Di dunia ini, yang terjadi bukanlah apa yang kita ingini, namun yang terjadi adalah apa yang kita yakini. Entah itu pikiran baik atau buruk. You are what you think! Maka dari itu, usahakan agar kita selalu berpikiran positif agar berdampak positif pula. Yakinlah dengan apa yang kita harapkan, dan yakinlah dengan kekuasaan Allah.  

#”Aku sebagaimana prasangka hambaku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku.” (HR. Muslim)

Image

Tuesday, January 08, 2013, 11:39:39 PM

One thought on “Keyakinan Buahkan Kenyataan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s