H-2 Bulan Menjelang UN!

Lama nggak nulis gara-gara banyak ulangan dan try out ujian nasional, maklum udah kelas tiga. Padahal udah banyak banget hal-hal yang terlewatkan yang sebenarnya sayang untuk dilewatkan. Tapi namanya manusia, tempat salah, lupa dan tentunya terkadang dihinggapi rasa malas. Walaupun sudah dituliskan hal-hal apa saja yang telah terlintas di pikiran, namun tetap saja tak bisa terekam memori secara penuh dan detail kembali, bahkan beberapa peristiwa hanya teringat samar-samar. Meski begitu, saya tetap ingin berbagi, tetap ingin menulis, karena jari-jari sudah rindu dengan tombol-tombol keyboard. Semoga saja kualitas tulisan terus meningkat dari hari ke hari, sehingga bisa dinikmati dan diresapi hikmahnya.

Nggak terasa ujian tinggal satu setengah bulan. Bukannya galau, bukannya sedih, bukannya tertekan, bukannya santai.Namun, semua menjadi pilihan, termasuk bagaimana kita menyikapi ujian nasional. Waktu menjadi hal berharga. Bagaimana kita bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, itulah tantangan baru di kelas tiga. Di tengah berbagai tekanan, godaan, dan berbagai kegiatan. Utamanya kegiatan-kegiatan yang harus dilalui anak kelas tiga. Mulai dari ulangan dan semesteran yang super ngebut, try out sekolah, latihan ujian kota, ujian praktek, ujian sekolah, dan tentunya ujian nasional.

Nah, bedanya UN tahun ini sama tahun kemaren adalah, UN tahun ini sebagai pertimbangan diterima atau tidaknya siswa di Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur Undangan (SNMPTN). Jika tahun kemaren, target siswa hanya lulus saja tanpa memperhatikan nilai ujian, sekarang sudah tidak bisa lagi. Ujian harus dipersiapkan dengan serius dan matang. Setelah UN, bukan lagi santai-santai seperti jaman SMP, kita masih harus belajar untuk mempersiapkan diri menghadapi jalur tes tertulis(SBMPTN), karena pengumuman undangan juga belum keluar.

Kesan jadi anak kelas tiga. Kelas tiga itu waktunya tobat, karena secara tiba-tiba mushola dipenuhi anak-anak kelas tiga. Kelas tiga waktunya sadar diri, kalau dari dulu nasehat ortu untuk belajar masih nggak digubris serta ditambah beribu alasan, sekarang bukan waktunya lagi. Disuruh atau tidak disuruh belajar, sebenernya nggak ada bedanya. Karena semuanya ada ditangan kita. Mau bisa atau tidak, mau lulus atau tidak, semua kita yang nentuin. Kelas tiga itu waktunya menata diri, menata hati, dan menata pikiran. Menata diri adalah bagaimana kita bisa menempatkan diri sebagaimana mestinya, waktunya belajar harus belajar, waktunya ibadah juga ibadah, dan waktu istirahat digunakan sebaik mungkin.  Menata hati adalah membuat hati kita tenang menghadapi ujian, yakni dengan cara mendekatkan diri pada Allah. Rajin-rajinlah beribadah, tertibkan shalat fardhu dan mulailah shalat dhuha agar diberi kemudahan dalam hidup.  Ditambah shalat tahajud untuk berdoa dan berharap agar bisa diterima di perguruan tinggi yang diinginkan. Mintalah apapun hanya kepada Allah, ditambah usaha keras yang kita lakukan. Sedangkan menata pikiran adalah bagaimana kita bisa selalu berpikiran positif, yakin sukses dengan kemampuan kita.

TL? No problem!

Siapakah diantara temen-temen yang menerima hasil latihan ujian dengan predikat “TL” alias tidak lulus? Nggak masalah, jujur, salah satunya adalah saya sendiri. Lantas apa yang harus kita lakukan setelah mendapat hasil tersebut? Sedihkah, putus asakah, atau santai-santai saja? Sedih pastinya iya, mungkin juga terbesit rasa kecewa, namun itu adalah hasil dari usaha kita, terimalah dengan lapang dada. Jadikan TL sebagai evaluasi diri, mungkin kurang belajar, kurang fokus atau kurang serius. Setelah itu? Bangkitlah teman! Yang sudah berlalu biarlah berlalu, ambil hikmahnya dan hadapi masa depan. Kejarlah cita-cita dengan usaha yang lebih dan lebih. Lebihkan belajar, lebihkan ibadah, dan lebihkan sedekah. Karena “Giving is the best way to receive” (muhammad assad). Berikan yang lebih untuk menuai hasil yang lebih baik. Dan yang terpenting,  tatap ujian nasional dengan rasa optimis!

#buat temen-temen yang baca, mohon doanya semoga kita semua bisa lulus UN 2013 dan diterima di PTN yang diinginkan. Buat saudara-saudari lainnya, semoga bisa lulus menghadapi ujian hidup yang sebenarnya dan tentunya ujian setelah kematian. Aamiin..

Sunday, February 24, 2013, 2:09:06 PM

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s