Menariknya Perjalanan Wisata ke Jogja

Hari selasa, tanggal 7 mei 2013 lalu, saya beserta teman-teman sekelas berkesempatan untuk mengadakan acara rekreasi perpisahan SMA ke beberapa obyek wisata di provinsi DIY. Selain karena wilayahnya yang tak terlalu jauh, biaya yang dikeluarkan juga relatif murah. Berangkat dengan sebuah bus sekitar pukul  setengah sembilan pagi dari kota solo, dan tiba di obyek wisata pertama pada pukul setengah satu siang. Dan yang membuat seru, ini adalah perjalanan pertama saya mengunjungi obyek-obyek wisata tersebut. Ada sensasi tersendiri melihat obyek wisata untuk pertama kalinya.

Gua Rancang Kencono

Obyek wisata yang pertama saya singgahi adalah gua rancang kencono. Beralamat di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul . Gua dengan panjang kurang lebih 50 meter ini konon pernah ditinggali oleh manusia purba. Berdasarkan penelitian dari mahasiswa UGM, pernah ditemukan tengkorak manusia jenis… di dalam gua. Nama rancang kencono sendiri digunakan karena gua ini pernah menjadi tempat persembunyian laskar  mataram pada zaman penjajahan belanda, serta sebagai tempat merancang strategi perang.

Di mulut gua terdapat satu pohon besar yang pernah diteliti pula oleh mahasiswa kehutanan UGM, dan disimpulkan bahwa pohon tersebut telah berusia 300 tahun. Pohon tersebut termasuk pohon yang langka, yakni pohon klumpit. Untuk masuk ke dalam gua, saya harus menuruni beberapa anak tangga. Kemudian saya disambut oleh satu ruangan yang lumayan besar yang disebut sebagai ruang aula. Di sana terbentuk stalagtit dan stalagmit dengan bentuk yang indah. Meskipun gua rancang kencono ini termasuk gua kering, yang artinya tidak terdapat aliran sungai di dalamnya, namun di beberapa sisi terdapat batuan yang selalu terlihat basah. Di ruangan ini masih diterangi oleh cahaya matahari yang masuk melalui mulut gua.

Sejenak berada di ruang aula dan setelah mendengar keterangan dari seorang guide, dengan tidak sabar saya beranjak ke ruang kedua yang juga harus melewati beberapa anak tangga dan sebuah lorong yang untuk melewatinya kami harus menunduk dan hanya bisa dilewati oleh dua orang secara bersamaan. Ruang kedua ini disebut sebagai ruang pertapaan- persembahan. Ruang pertapaan lebih kecil dari ruang aula dan cahaya matahari sudah tak ada sehingga diperlukan senter untuk bisa melewati ruang yang gelap gulita ini. Biasanya, ruangan ini digunakan untuk bersemedi demi mencari ketenangan diri.

Jika terus melaju, harap hati-hati karena lorong yang menghubungkan ke ruang ketiga sangat kecil sehingga hanya bisa dilewati satu orang saja, itu pun sambil berjongkok dengan disinari oleh cahaya senter. Salah-salah bisa terantuk batu. Nah, ruang ketiga yang sekaligus merupakan ruang terakhir ini diberi nama ruang persembahan. Ada beberapa prasasti berupa tulisan-tulisan serta gambar dalam bentuk pahatan p ui768’hghgrt[hgua yang ditulis oleh laskar mataram. Salah satu tulisannya melambangkan rasa kecintaan pada bung karno.

Air Terjun Sri Gethuk

Letak geografis air terjun sri gethuk ini tidak jauh dari gua rancang kencono. Menurut saya, jarak tersebut sebenarnya dapat ditempuh dengan berjalan kaki, meskipun dibutuhkan energi lebih. Namun, teriknya panas matahari menguapkan ide tersebut. Karena sempitnya jalan serta berliku-liku, membuat bus agak susah untuk melewatinya. Di sepanjang jalan, nyaris tak ada satu rumah pun, kanan kiri hanya ada pepohonan. Meski begitu, suasananya tetap panas. Turun dari bus, terik matahari begitu menyeruak.

Fasilitas di sini lumayan lengkap. Ada mushola dengan bangunan lebih mirip gazebo yang dibangun dari bambu, menambah suasana asri. Di sebelah mushola ada dua buah kolam ikan yang lumayan besar, tapi sayangnya tidak terawat, airnya terlihat keruh. Warung-warung juga banyak digelar di sepanjang perjalanan menuju kawasan air terjun. Kebanyakan hanya menjual minuman dingin dan manakan ringan saja.

Ternyata untuk mencapai air terjun sri gethuk ini, saya harus menuruni banyak anak tangga. Meski lelah, namun karena rasa penasaran ingin segera melihatnya, maka semua dilalui dengan senang hati. Tak lama kemudian, sampailah saya di kawasan air terjun. Memang, air terjunnya tidak setinggi air terjun gerojogan sewu di tawangmangu. Tapi yang membuatnya istimewa adalah di bawah air terjun ini terdapat sungai yang cukup besar, di mana airnya berwarna hijau bersih. Sehingga, selain bisa menikmati asyiknya bermain air terjun, pengunjung juga bisa berenang di sungai dengan menggunakan pelampung yang telah disediakan. Satu hal yang menarik perhatian saya adalah tebing di tepi sungai yang dimanfaatkan untuk terjun bebas ke sungai. Sayang, waktu itu saya tidak sempat mencobanya. Hanya dapat melihat para pengunjung lain yang melakukan adegan terjun bebas ini. Oleh karenanya, hingga saat ini saya masih memiliki keinginan untuk kembali ke sana demi merasakan sensasi terjun bebas ke sungai hijau nan segar tersebut.

Nah, istimewanya dari wisata air terjun ini, pengunjung yang telah lelah menuruni anak tangga dan lelah bermain air, ada satu fasilitas menarik. Fasilitas perahu unik yang dijalankan oleh mesin dan diapungkan oleh beberapa drum yang dapat menahan hingga 14 orang. Menarik bukan? Saya pun tak perlu berjalan kembali menaiki anak tangga yang jaraknya jauh. Cukup menyewa perahu yang berjalan menyusuri sungai dan sampailah saya di tepi sungai yang hanya tinggal menaiki beberapa anak tangga saja untuk mencapai pintu masuk awal. Di sepanjang sungai saya disuguhi oleh pemandangan alam yang asri, tebing bukit yang hijau, serta bebatuan indah di kanan kiri sungai.

Pantai Drini

Pantai drini terletak di daerah wonosari, gunung kidul. Perjalanan dari air terjun sri gethuk ke pantai drini cukup memakan waktu yang lama. Karena panggilan perut yang mulai keroncongan, saya memutuskan untuk makan terlebih dahulu sebelum bermain air di pantai. Meski ada beberapa warung makan yang menyediakan bermacam-macam menu, namun karena saya berangkat bersama teman-teman, kami makan siang dengan bekal yang telah disiapkan dari rumah, agar lebih hemat tentunya.

Beruntung saya sampai di pantai sekitar pukul tiga, sehingga matahari sudah tidak terik lagi. Bahkan setelah makan bersama di tepi pantai dengan beralaskan tikar, kami bisa puas bermain air hingga matahari mulai tenggelam. Tak lupa foto-foto dengan latar ombak serta bukit yang begitu indah. Semakin sore semakin besar ombaknya. Berhati-hati dan tidak bermain ke tengah adalah antisipasi yang tepat. Tak sedikit pantai laut selatan ini memakan korban jiwa.

Yang khas dari pantai drini adalah pasir putihnya yang agak kasar, tidak seperti pantai lain yang mempunyai pasir halus. Di kompleks drini ada dua bagian pantai, yakni pantai pasir dan pantai berkarang. Tinggal pilih sesuai keinginan. Di pantai berkarang banyak ditemukan hewan-hewan pantai, seperti kerang, kepiting, dan lain-lain. Bisa diambil sebagai koleksi hewan pantai. Atau bisa juga sekadar  bermain sejenak bersama hewan yang lucu-lucu ini.

Tidak terasa, maghrib menyongsong. Kami segera bersih-bersih diri dan sholat maghrib di mushola yang tidak jauh dari bibir pantai. Saat itu hari sudah gelap, sehingga ombak pantai telah sama sekali tak terlihat, yang tersisa tinggallah suara deburan ombak yang semakin bergemuruh saja. Setelah sholat kami beranjak pulang menaiki bus sewaan. Perjalanan yang sungguh menyenangkan dan pastinya membawa kenangan tersendiri bagi masing-masing individu. Perjalanan ini terasa lebih cepat, ingin rasanya masih bisa bercengkerama dengan teman-teman sekelas. Hingga akhirnya kami tiba di kota kami Solo tercinta sekitar pukul 10 malam. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan sesuai harapan. Terimakasih ya Allah. Semoga persahabatan kita selalu terjalin dan terkenang sepanjang masa. Aamiin..

May 09, 2013, 2:31:48 PM -until- June 03, 2013, 1:19:57 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s