Idola, Penentu Masa Depan Bangsa

Idola menjadi sangat populer di dunia remaja masa kini. Jika dilihat dari segi kebutuhan, remaja memang menjadi masa-masa yang membutuhkan suatu contoh sebagai tolak ukur bagi kehidupan mereka. Mulai dari pemain sepak bola, penyanyi boy band, hingga aktor/aktris ternama. Para bintang memang tak lepas dari perhatian remaja. Tak dapat dipungkiri, remaja adalah suatu fase yang menggugah rasa keingintahuan, sehingga mereka akan mengamati berbagai hal di sekitar. Sampai pada satu titik di mana remaja  merasa nyaman dengan hal yang diminatinya. Hingga mereka akan terus mencari hal-hal yang menarik dari suatu minat tersebut.

Sebagai contoh, bagi remaja yang gemar bermain sepak bola, otomatis mereka akan mencari tahu mengenai pemain-pemain bola profesional.  Atau bagi mereka yang tergila-gila dengan budaya korea, telah pasti bahwa dalam kehidupan sehari-hari, mereka pun tak lepas dari hal-hal berbau korea. Sehingga, dari situlah mereka mulai mengamati dan mengambil satu tokoh yang dianggap bisa menjadi acuan hidup yang sesuai dengan kegemaran dan hobi masing-masing.

Memang tidak ada yang salah jika menjadikan salah satu tokoh dalam suatu bidang menjadi idola. Karena idola dapat bermanfaat dalam memicu  semangat dan kepercayaan diri remaja dalam menggapai mimpi-mimpi yang telah mereka rintis sejak dini. Dalam hal meraih cita-cita serta masa depan, idola pun menjadi sosok yang sangat penting. Terutama mengenai suatu  profesi yang nantinya ingin mereka geluti.  Dengan begitu, remaja dapat tumbuh serta berkontribusi bagi diri sendiri maupun lingkungannya.

Namun, keberadaan idola dapat menjelma menjadi salah satu titik rawan kehancuran remaja itu sendiri. Bukan hanya sekedar pada masalah siapa yang menjadi idola, namun terkait hal-hal apa saja yang diambil sebagai panutan. Ketika seorang remaja menggemari pemain sepak bola, bukan tidak mungkin jika pemain-pemain kesayangan mereka rupanya memiliki suatu kebiasaan buruk. Dari hal yang paling mudah terlihat saja, salah satunya adalah mentato tubuh. Apakah lantas remaja tersebut harus mentato tubuhnya? Padahal mentato tubuh dapat berdampak buruk bagi kesehatan, yakni alergi dan infeksi pada kulit. Nah, hal-hal semacam inilah yang wajib dihindari para remaja.

Sayangnya, bagi remaja yang belum memiliki karakter kuat yang tertanam dalam diri, akan sangat mudah bagi mereka untuk terombang-ambing dalam suatu keadaan yang cukup membingungkan.  Apa yang akan mereka lakukan dan apa yang menjadi masa depan, itulah yang masih menjadi teka-teki pencarian jati diri. Sehingga dengan mudahnya remaja mengikuti aksi dan gaya para idola kesayangan mereka. Entah itu pantas atau tidak pantas, sopan atau kurang sopan, tak lagi menjadi perhatian. Bagi mereka, idola adalah segalanya, yang harus diikuti tindak tanduknya dalam sikap maupun penampilan. Inilah masalah yang serius.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para remaja. Pertama, bukan berarti segala sesuatu yang berkaitan dengan sang idola harus mereka ikuti. Remaja harus lebih jeli memilah-milah sisi mana yang bisa diambil sebagai pelajaran dari idola-idola mereka. Karena telah menjadi fitrah bahwa setiap orang pasti memiliki kelebihan serta kelemahan. Tinggal bagaimana kita mengambil sisi positif tersebut menjadi sebuah teladan dalam menjalani kehidupan ke depannya. Sebagai contoh, remaja yang gemar bermain bola, dapat meneladani  teknik-teknik permainan yang baik dari tokoh idolanya. Atau bagaimana sang idola dapat menghargai lawan dan bersikap sportif ketika bertanding. Sikap-sikap positif inilah yang harus dikembangkan dan diaplikasikan dalam kehidupan  sehari-hari.

Kedua, yang tidak kalah penting adalah menjadi diri sendiri. Perlu ada suatu keyakinan kuat dan prinsip-prinsip hidup yang digenggam erat oleh para remaja, yang dengan modal tersebut dapat membentuk mereka menjadi remaja tangguh dan berkarakter. Dengan menjadi diri sendiri, akan mempermudah langkah remaja dalam mengekspresikan diri. Memiliki idola itu sah-sah saja, tapi yang terpenting adalah tetap bermain sebagai diri sendiri dengan gaya dan ciri khas masing-masing. Idola hanyalah sebagai contoh, sedangkan pada pelaksanaannya, sebaiknya dikembalikan pada pribadi masing-masing yang tentu memiliki keistimewaan diri yang berbeda-beda.

Hal ketiga adalah mengenal diri sendiri, yakni dengan cara mengenal kebudayaan negeri. Kebudayaan yang kaya estetika, penuh tata krama, dan menjunjung tinggi nilai-nilai religius. Hal inilah yang dapat membawa remaja keluar dari rasa kebimbangan akan dirinya. Remaja akan mengenal tokoh-tokoh luar biasa yang mempunyai sikap dan keteguhan luar biasa dalam membawa negeri ini menuju cahaya masa depan yang lebih baik. Dengan begitu, remaja akan memiliki rasa cinta tanah air yang bergelora, karakter kuat sebagai remaja Indonesia, serta berakhlak mulia sebagai cita-cita para pelopor bangsa.

Sebagai kesimpulan, idola memang penting, namun perlu dipastikan bahwa hanya sisi positifnya saja yang kita ambil. Tak ada gunanya jika idola malah membawa dampak buruk bagi diri sendiri. Maka dari itu, bersikaplah bijaksana dalam menentukan siapa idola kita dan bagaimana memperlakukannya. Karena pengaruh idola sungguh tak main-main. Idola adalah penentu masa depan remaja dan penentu masa depan bangsa.

‎April ‎21, ‎2013, ‏‎10:42:26 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s