Roadshow Mawapres Undip 2013

Kemaren pada hari senin tanggal 30 september 2013, aku terpilih sebagai peserta Roadshow Mawapres Undip 2013 di Gedung Litigasi Fakultas Hukum Undip. Aku merasa sangat beruntung, karena peserta hanya dibatasi 150 orang saja dan aku termasuk salah satunya. Sehingga panitia menolak banyak pendaftar lain. Berangkat bareng Latul jalan kaki dari FSM ke FH jam setengah 1 siang. Sedangkan acara dimulai jam 1 siang. Pengalaman pertama adalah kami salah gedung, kami masuk di gedung super megahnya Undip, yakni gedung dekanat FH. Namun setelah bertanya pada salah seorang mahasiswa di sana, kami ditunjukkan letak Gedung Litigasi yang mana sebagai tempat berlangsungnya acara. Kesan masuk di gedung Litigasi FH itu, dingiin. AC nya bener-bener kerasa di seluruh penjuru gedung.

Dalam acara itu, hanya ada 3 orang saja yang berasal dari FSM, yakni aku, Latul dan mas Toni. Acara dimulai dengan sambutan-sambutan, PD 3 FH, ketua BEM FH, dan pembacaan CV moderator. Aku merasa beruntung bisa mengikuti acara tersebut karena pembicaranya itu bener-bener orang hebat. Ada mbak Diana, salah satu mawapres yang lolos ke 17 besar nasional asal Unnes jurusan Satra Inggris. Dia bener-bener ngasih pengalamannya yang begitu berharga kepada kita semua. Tips dan trik buat jadi mawapres, semua di share ke kita. Bahkan mbak Diana itu pernah lomba hingga ke Hardvard, keren banget.

Trus ada mbak Adzka, dari FK Undip keperawatan. Dia adalah mawapres 1 Undip  tahun 2013. Mbak Adzka lebih banyak menerangkan gimana-gimananya mawapres itu. Terkait prosesnya, sistemnya, caranya, apa yang harus dipersiapkan, latihannya, dan banyak berbagi pengalaman. Mereka berdua berusaha memompa semangat kita untuk menjadi penerus mawapres. Dengan ikut acara ini, aku menjadi lebih tahu tentang seluk beluk mawapres, dan nggak asing lagi terkait mawapres, sehingga  lebih terbuka pemikirannya.

Nah, diakhir acara adalah acara yang paling seru. Yaitu pengelompokan berdasar nomor yang diberikan saat registrasi. Aku dan Latul mendapat nomor 2. Ternyata kelompok 2 adalah kelompok english/ bahasa Inggris. Wah, seru banget plus menantang. Apalagi, di mawapres itu identik dengan bahasa Inggrisnya yang lancar. Pembimbing pertama kelompokku adalah mas Wildan, beliau jurusan Teknologi Sumber Daya Perikanan angkatan 2009, Mawapres FPIK. Mas wildan itu baru saja pulang dari Korea. Pagi itu saja beliau telah ditugasi untuk mendampingi tamu dari Jepang yang ingin melihat daerah perikanan Indonesia. Mas wildan itu memotivasi kita agar mau berbahasa Inggris dan berbagi pengalamannya terkait belajar bahasa Inggris. Cara mas Wildan adalah, tiap malam ngomong sendiri di depan kaca di kosan. Mulai semester 4, dia selalu presentasi pake bahasa Inggris. Pengalamannya itu lho yang sangat mahal harganya.

Pembimbing kedua adalah mbak Adzka, aku merasa sangat beruntung lagi, mbak Adzka juga menceritakan tentang dia yang mewajibkan dirinya bicara bahasa Inggris minimal 15 menit per hari. Ada juga cerita saat mbak Adzka di filipina, ia berbincang dengan pedagang tradisional pake bahasa Inggris. Apa kita mau kalah dengan mereka? Mahasiswa lho.

Tugas kita di situ adalah perkenalan satu persatu dengan bahasa Inggris dan memberikan pendapat kita terkait bahasa Inggris. Aku menceritakan pengalamanku chating dengan orang luar negeri. Tangan kanan memegang hp dan tangan kiri megang kamus.

Dan satu hal yang membuat mereka luar biasa, mental mereka itu top banget, sudah kelihatan saat mereka presentasi dan dilihat dari berbagi pengalamannya. Public speakingnya begitu terlatih. Kata mbakAadzka, jadi mawapres itu nggak bisa langsung hebat. Butuh perjuangan, butuh persiapan matang dan perjalanan panjang untuk mencapainya. Persiapan itu nggak mungkin sebulan 2 bulan. Bahkan minimal 1 semester. Tapi itu aja juga nggak cukup. Harus mulai dari sekarang. Karena mbak Adzka telah mempersiapkan jadi mawapres sejak jadi maba. And I will be the next mawapres Undip. Aamiin..

Kata mbak Diana, jadilah satu langkah di depan teman-temanmu, maka kamu yang akan terpilih. Misalkan seleksi tingkat jurusan, datamu dan kapasitasmu harus memenuhi syarat setingkat seleksi fakultas, begitu seterusnya. Jangan malu bertanya, sok kenal itu nggak papa. Dan usahain semua kolom terisi penuh.

Mawapres bukan cuma tentang IP(15%), tapi juga kemampuan berorganisasi, kegiatan yang diikuti(25%), kemampuan bahasa Inggris(20%), Karya Tulis Ilmiah(40%), kepribadian, mental, dan public speakingnya. Buat mendapat poin plus di semua syarat itu, nggak cukup hanya satu semester, jelas butuh perjuangan panjang. Tetap konsisten menjaga semangat juang dengan cara menempelkan kata-kata penyemangat di dinding kamar kita.

rabu 2 okt 13, 15 22.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s