Ketika Cinta Dipertanyakan

Di antara deras air hujan

Kupandangi jalanan

Menerobos dinginnya hawa hujan

Pikiran pun terheran-heran

 

Di setiap tikungan

Di antara megahnya gedung parlemen

Atau mewahnya mobil dan apartemen

Anak-anak jalanan bak hiasan trotoar

Bukankah anak terlantar dipelihara negara

Atau daku yang berlebihan menafsirkan artinya

Ah, itu tak penting jua

 

Itukah yang dinamakan cinta dan kasih sayang

Bahkan oleh negara kaya yang kata orang berhati mulia

Biarlah fakta yang berbicara

 

Tak adakah rasa kepedulian pada sesama

Anak-anak yang entah darimana asalnya

Yang mereka tahu hanyalah haus akan belaian cinta

Begitu mahalkah harga sebuah pengorbanan

 

Mari sejenak berpikir lebih jernih, memandang lebih dalam

Tentang cinta, tentang kasih sayang

Tentang asas kemanusiaan yang terenggut oleh keegoisan

Tentang kita, tentang kita para penggerak bangsa

Pemuda yang kelak menggenggam masa depan Indonesia

Sungguh besar harapan, negara bukan sekedar simbol belaka

 

Tanamkan jiwa sosial dan kepedulian pada mereka

Mereka yang merasa putus harapan

Mereka yang kehilangan dekapan cinta orangtua

Mereka yang berjuang sendiri demi sesuap nasi

Mereka yang duduk di bangku sekolah hanya bak mimpi

 

Haruskah ada dinding pemisah antara si kaya dan si miskin

Pantaskah cinta dibatasi oleh istilah aku dan dia

Akankah cinta hanya sebatas keluarga atau sanak saudara

Hapuskan sekat pemisah demi cinta dan kemanusiaan kita

 

Desember 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s