Pelajaran Berharga

Saat melakukan perjalanan dari Semarang  ke Solo dengan menggunakan bus, saya duduk bersebelahan dengan seorang wanita yang lebih dahulu menyapa saya. Orangnya ramah dan ternyata umurnya tidak terpaut jauh dengan saya, yakni hanya satu tahun di atas saya. Selepas SMA, dia bekerja sebagai penata rias jilbab, kemudian dipindahtugaskan sebagai penjaga toko mas, dan sekarang dia bekerja di bagian administrasi di sebuah perusahaan makanan. Banyak cerita hidup yang saya peroleh darinya. Banyak pula hikmah dan manfaat yang bisa dipetik.

Saat ditanya mengapa ia tidak kuliah, dia mengaku telah mengikuti berbagai jalur masuk perguruan tinggi negeri, khususnya di UNDIP, namun semuanya gagal. Meski gagal, semangatnya tak luntur. Dia bangkit dan segera memilih untuk bekerja. Dia percaya bahwa ini adalah jalan terbaik yang digariskan Allah untuknya. Namun, dia pun masih memendam cita-cita untuk kuliah di PTN.

Setelah bekerja sebagai penata rias jilbab, dia banyak mendapat pelajaran berharga dan menjadi lebih mensyukuri kehidupan. Dengan gaji 30 ribu rupiah per harinya, dia menjadi sadar betapa susahnya mengais rezeki. Dulu yang dengan mudahnya membelanjakan uang, kini harus lebih berhati-hati. Dulu yang dengan entengnya menonton bioskop dengan membayar 35 ribu, namun kini harus berpikir dua kali. Gajinya sehari saja tidak cukup untuk sekedar nonton film di bioskop, dan masih harus mempertimbangkan biaya makan serta transportasi sehari-harinya. Dengan begitu, Allah telah memberikan pelajaran dalam proses mendewasakan dirinya.

Setahun berlalu, tes tulis PTN dibuka. Ia kembali belajar dan mengikuti tes PTN dengan hasil yang menggembirakan. Dia berhasil diterima di UNNES. Bukannya senang, dia malah bimbang dan pada akhirnya tidak mengambil kesempatan tersebut karena pertimbangan tempat tinggal yang jauh dari kampus. Sedangkan keadaan tidak memungkinkannya untuk nge-kost, karena dia hanya tinggal berdua dengan ibunya. Hingga kini, dia masih terus bekerja dan memutuskan tidak mendaftar kuliah lagi. Namun itu saat ini, semoga saja suatu saat semangatnya untuk mau menempuh pendidikan di perguruan tinggi kembali lagi.

Satu hal yang membuatku kagum, dia selalu mempunyai cita-cita tinggi dalam hidupnya. Meski tidak kuliah, namun visi hidupnya tinggi, dia bercita-cita menjadi pengusaha. Segala barang yang bisa menghasilkan uang pasti ia jual. Mulai dari berjualan pernak-pernik, jualan minuman dan juga makanan. Tidak masalah bahwa saat ini masih menjadi karyawan, yang penting suatu saat nanti dia yang akan menjadi bosnya. Telah diterima sebagai karyawan tidak membuatnya berpuas diri dan berhenti di situ saja. Dia menjalankan misinya dengan bekerja dari bawah, dia akan terus belajar dan belajar serta memetik ilmu-ilmu baru yang nantinya dapat bermanfaat untuk mengembangkan suatu usaha dan mewujudkan impiannya. Poin terpenting dalam hidup adalah tujuan dan impian. Dengan impian kita mempunyai semangat hidup. Semoga mimpi-mimpinya dapat tercapai dan dia berhasil menjadi seorang pengusaha sukses yang tetap ramah dan rendah hati. Aamiin.

‎20 ‎Februari ‎2014, ‏‎0:18:02

One thought on “Pelajaran Berharga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s