All About Wisma di Undip

Wisma bukan sekedar tempat bernaung, apalagi hanya tempat menumpang tidur. Wisma dibentuk untuk menjadi ladang tempat berkumpulnya orang-orang yang mau belajar, dan ladang amal untuk saling berbagi. Berbagi apapun itu, berbagi keluh kesah, berbagi canda tawa, berbagi nasehat, berbagi ilmu, dan yang paling ditunggu-tunggu adalah berbagi makanan dari kampung asal (hehe).

Wisma bukanlah tempat orang-orang baik, karena wisma adalah tempat orang-orang mau belajar menjadi lebih baik. Maka dari itu, jika sudah bersedia masuk wisma, hanya ada dua pilihannya, yaitu mau belajar, atau cukup sampai di sini. Belajar dalam artian belajar segalanya, belajar tentang kehidupan serta belajar tentang segala hal yang terkandung dalam artian kata wisma.

Banyak pelajaran yang kita dapatkan di wisma, yakni belajar bersosialisasi, belajar mengenal kebudayaan, belajar agama, belajar ilmu dalam bidang studi yang digeluti, belajar memasak, belajar memahami, belajar toleransi, belajar saling memaafkan, dan belajar-belajar lainnya. Di mana inti dari wisma itu sendiri adalah belajar untuk saling mengenal dan menciptakan ukhuwah yang erat antara satu dengan yang lainnya. Sehingga bisa dibilang, tolak ukur keberhasilan wisma adalah ukhuwah yang terjalin serta mendapat hasil dari belajar-belajar tadi sebagai bonusnya. Di wisma, kita belajar untuk saling menghargai, menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda, saling menjaga satu sama lain, yakni dengan cara menutupi kekurangan dan menjaga aib saudara kita. Sesama muslim itu bersaudara, jangan sampai mendzolimi saudara sendiri, salah satunya dengan cara memenuhi hak-hak saudara kita. Bagaimana Islam bisa ditegakkan jika ukhuwah antar saudara seiman saja belum terbentuk?

Hal yang harus diingat, wisma bukanlah tempat orang-orang baik. Karena kita semua sama-sama memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Banyak salah yang terjadi, banyak khilaf yang dilakukan, banyak hati yang tersakiti, banyak masalah yang dialami. Tapi lihat sisi positifnya, memang di saat itulah kita belajar, karena itulah inti dari wisma itu sendiri, yaitu saling mengingatkan dan menasehati. Dibutuhkan waktu untuk berubah dan dibutuhkan sikap saling terbuka untuk memecahkan sebuah masalah, serta dibutuhkan ketegasan dari seorang mas’ul untuk mempertahankan aturan-aturan, ketentuan, dan perjanjian yang telah disepakati di awal, tentunya demi kepentingan semua pihak untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Jangan lihat orang hanya dari sisi negatifnya saja, ingatlah perbuatan baik yang telah ia lakukan, dan sudahkah kita membalas semua kebaikannya? Sekedar tersenyum dan membuat suasana hati menjadi senang adalah kebaikan. Sudahkah kita membalasnya?

Tinggal di wisma adalah sebuah pilihan, ingin tetap belajar dengan segala kelebihan dan kekurangan wisma atau cukup sampai di sini. Kata mbak Nela, ada 3 jenis tipe orang; orang yang harus dipaksa berbuat baik dan akhirnya menjadi baik, orang yang dipaksa berbuat baik tapi hasilnya tidak menjadi baik, dan orang yang tidak dipaksa dan tidak menjadi baik.

Satukan muslim sedunia, kuatkan ikatan ukhuwah, hilangkan duka lara yang melanda saudara seiman. Kesampingkan perbedaan, muslim itu bersaudara, muslim bersama-sama, Islam bagaikan satu tubuh dan anggotanya, satu bagian terluka, maka bagian yang lain ikut merasakannya. Hidup ini memang perjuangan, saling bantu ringankan beban saudara seiman, saling mendoakan, saling berjabat tangan, saling silaturahim, berjuang kita saling ulurkan tangan. ~TASHIRU~

Semoga di wisma ini bisa memberikan sedikit goresan kenangan bagi orang-orang hebat atau bahkan sebagai markas besar lahirnya orang-orang sukses. Mari bersama mewujudkan miniatur surga yang ada di dunia dan itu adalah wisma.

Tiada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah, sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah apabila Engkau menghendakinya. Semoga Allah selalu memudahkan jalan kita dalam kebaikan. Semangat Berjuang kawan!

Pesan untuk kakak-kakak di wisma; “Sabar dan teruslah menebar kebaikan tuk menyeru pada iman, dan yang pengertian dengan maunya adek-adek”. Pesan untuk adek-adek di wisma; “Ada dua pilihan, yaitu berharap baik atau terbiasa buruk, dan juga yang sabar dengan keinginan mbak-mbaknya”.

Tetap semangat di wisma biar kita tetap bisa bersaudara. –Mb Nela (Presiden Wisma FSM)- dengan sedikit editan.

 

@my middle room, wisma shofiyah. ‎April ‎26, ‎2014, ‏‎9:57:08 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s