Dunia Sungguh Sulit

 

Ya Allah, sungguh sulit cobaan hidup ini. Melihat semua kejadian, semua alur kehidupan yang kita lewati. Segala cobaan dunia yang benar-benar telah berhasil mempengaruhi perilaku maupun pola pikir manusia hingga begitu rendahnya martabat manusia itu sendiri. Mereka merasa tidak ada Dzat yang selalu melihat dan mengawasinya. Begitu mudahnya semua orang melakukan hal-hal buruk, begitu mudahnya semua itu dihadapan mereka. Entahlah, mungkin, begitu mudahnya agama dilanggar oleh mereka. Sepertinya, melihat keadaan orang lain bukanlah sebagai pembelajaran, namun sebagai contoh untuk melakukannya, contoh untuk mencobanya, yang tak lain membawanya ke dalam api neraka. Membawanya ke dalam lingkaran setan, yah, setan yang mempunyai 1001 cara untuk membelenggu kita di dalam lingkarannya.

Begitu sulitnya kita dihadapkan atas semuanya, dihadapkan pada semua permasalahan, terutama permasalahan moral dunia ini. Semakin canggihnya tekhnologi, semakin besar peluang dosa. Hanya iman yang diperlukan. Keyakinan dalam hati bahwa kita selalu diawasi, diucapkan dengan lisan, diamalkan dengan perbuatan. Dengan iman, itulah jalan awal menuju surga. Jika tak segera meninggalkan perbuatan-perbuatan buruk, bagaimanakah kita menuju level awal surga, yaitu iman.

Sungguh sulit menentukan sikap atas semua pilihan-pilihan. Bukan hanya pilihan-pilihan melakukan sesuatu yang baik ataupun buruk. Karena baik buruk itu sebenarnya telah ditentukan oleh batas yang jelas, yang telah ditetapkan Allah untuk hamba-hambaNya. Namun, akan ada saat-saat dimana kita yang dihadapkan pada suatu perbuatan buruk yang dilakukan oleh orang lain. Yah, meskipun bukan kita yang melakukannya, namun semua itu ada, ada dihadapan kita. Nah, itulah ujian tersendiri bagi kita yang mungkin telah taat tidak akan mendekati perbuatan-perbuatan buruk itu. Namun, kita beda, kita peduli, kita muslim, kita ya kita, kita bukan mereka. Bagaimana sikap kita terhadap mereka, itulah ujiannya. Akankah kita diam saja, ataukah kita berani tampil untuk memperjuangkan agama Allah.

Iman dibagi atas 3 level jika dihadapkan suatu permasalahan tersebut, yaitu, 1. Mencegahnya dengan lisan dan perbuatan, 2. Mencegahnya dengan lisan, 3. Mengingkari dalam hati perbuatan tersebut, dan itulah selamah-lemahnya iman. Memang sulit untuk mencapai tingkat teratas dalam iman. Tingkatan dimana kita berani tampil untuk mencegahnya dengan lisan maupun dengan tindakan nyata yang ditujukan langsung untuk menghentikan semuanya. Semua itu perlu proses, mungkin awalnya kita tidak berani menegurnya, entah karena orang terhormat, orang penting, orang yang lebih dewasa, atau bahkan orang tua kita sendiri. Yah, banyak faktor yang menyebabkan kita merasa sulit, bahkan untuk membicarakannya saja. Itu memang hal yang wajar, tidak mungkin seseorang langsung mencapai tingkatan iman terbaik apalagi tingkat orang yang bertaqwa. Itu perlu pembelajaran, diperlukan ujian-ujian untuk naik ke kelas berikutnya.

Setelah berhari-hari kita hanya melawan tindakan itu dalam hati. Pastilah ada titik jenuh melihat semua keburukan-keburukan itu terjadi di depan mata kita. Tentu kita tidak ingin menelantarkan mereka, tentu kita harus menuntun mereka untuk kembali ke jalan yang lurus, ke jalur yang sesungguhnya. Janganlah kita lantas menyerah akan semua usaha, itulah orang-orang yang tidak lulus dalam mengerjakan soal-soal ujiannya dan memilih mundur begitu saja. Kejenuhan melihat semua keburukan itu dan kekuatan kita untuk bertahan dan kemauan untuk terus berusaha mencegah kemungkaran, akan membawa kita pada tingkat selanjutnya, yakni berani untuk menegurnya dengan lisan serta meluruskan dan menasehati dengan ucapan-ucapan yang baik. Begitulah cara Allah menguji tingkat keimanan kita hingga kita sendiri yang menentukan, kita mau lulus dan naik ke tingkat berikutnya, atau menyerah dan berhenti berusaha atas segala kemungkaran yang terjadi di sekitar kita.

7 Juli 2012, 7:33 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s