Putra Nababan Berbagi Pengalaman di WideShot MetroTV

 

Putra Nababan adalah seorang jurnalis dan lebih dikenal sebagai penyiar berita di televisi. Putra berhasil meraih penghargaan Panasonic Gobel Award sebanyak 4 kali berturut-turut pada tahun 2009 hingga 2012, dan telah masuk sebagai nominasi Panasonic Gobel Award sebanyak 6 kali. Putra telah 20 tahun menggeluti dunia jurnalistik.

Awal mula tertarik dengan dunia jurnalistik karena melihat profesi sang ayah. Ia tertarik lebih karena jurnalis tahu segalanya, yakni mengerti tentang politik, tentang pendidikan, tentang olahraga, dll. Ia tidak dibujuk atau dipaksa siapapun, tapi secara alami dan natural.

Menurut Putra, jurnalis harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan kepedulian terhadap apapun di sekitarnya. Itulah kuncinya menjadi jurnalis. Senioritas jurnalis bukan dilihat dari berapa lama ia menjadi jurnalis, namun dilihat dari prestasi apa saja yang telah dicapai.

Hal lain yang penting bagi wartawan adalah sikap peduli dan empati yang tinggi. Wartawan bukan hanya menunggu berita, namun ia pun harus jemput bola, yang artinya ia pun harus selalu up to date mencari dan membaca berita atau info-info terbaru. Rasa keingintahuan besar adalah kuncinya.

Ketika ditanya mengenai pengalaman paling mengesankan, ia mengaku selalu berusaha membuat setiap wawancara itu berkesan. Bukan hanya sebatas orang terkenal saja, namun berusahalah semaksimal mungkin dengan persiapan matang, siapapun narasumbernya, alias tidak membeda-bedakan. Karena setiap daerah dan setiap individu memiliki keistimewaan masing-masing yang berbeda.

Menurutnya, menjadi penyiar tidaklah sendiri, mungkin di layar televisi akan terlihat sendiri, namun sebenarnya selalu ada kerjasama yang besar dibalik setiap siaran. Ada kerja panjang di sana. Ada produser hingga kameramen. Maka, ia tidak pernah merasa sendiri.

Masyarakat pun harus tahu bahwa dibalik siaran yang disampaikan oleh penyiar, pekerjaan tidak hanya sekedar mengambil gambar saja, namun perlu mencari informasi yang cukup, lalu membuat skrip berita, editing dan tentunya cek dan ricek apakah berita tersebut benar-benar terjadi atau tidak.

Putra mengaku bahwa saat pertama kali siaran, ia pun juga merasakan gugup, padahal saat itu ia hanya menyumbang suara tanpa gambar. Kemudian, tantangan berikutnya adalah harus bertatapan dengan kamera yang menuntut penampilan serta penyampaian yang baik. Menurutnya, gugup saat menghadapi kamera adalah perkara yang wajar bagi penyiar. Bahkan hingga saat ini, terkadang ia juga masih gugup di depan kamera. Pengalaman pertamanya menjadi penyiar berita di depan kamera yaitu di studio MetroTV.

Ketika ditanya tips-tips menghilangkan gugup saat siaran, ia mengaku bahwa hal yang paling penting adalah persiapan yang matang. Dengan persiapan matang, gugup akan hilang dengan sendirinya, karena kita telah merasa siap dan percaya diri.

Menurut Putra, wartawan adalah pekerjaan mulia, karena wartawan bekerja untuk mencari dan menyampaikan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Ia mengaku akan setia menjalani profesinya sebagai jurnalis hingga akhir hayat. Ia pun tidak tertarik untuk beralih profesi dan terjun ke dunia politik. Menurutnya, menjadi seorang jurnalis tidak hanya saat ini, karena walaupun sudah tua nantinya, ia masih bisa menggunakan kemampuannya untuk menulis dan mencurahkan ide-idenya.

March 17, 2013, 1:24:59 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s