Allah Tak Pernah Ingkar Janji

Subhanallah, Allah SWT memang tak pernah mengingkari janji-Nya, “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan baginya”. Sesungguhnya Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya. Allah tak pernah tidur, Allah selalu menghargai setiap titik usaha kita, sekecil apapun itu, Allah yang akan mencatat, Allah yang menilai serta memberi hasil terbaik-Nya.

Alhamdulillah, terimakasih ya Allah yang telah mengabulkan doaku, yang telah memberikan kesempatan untuk mengikuti “Talkshow Pemuda Muslim Indonesia” yang diselenggarakan oleh Skripsi atau Sie Kerohanian Islam Psikologi Undip pada hari Sabtu, tanggal 8 November 2014 di Aula gedung dekanat lantai 3 Fakultas Psikologi Undip. Terimakasih juga kepada seluruh Panitia acara yang telah bekerja keras untuk menyelenggarakan acara ini, hingga terlaksana dengan sukses. Terimakasih telah menghadirkan Muhammad Assad sebagai pembicara.

Kenapa aku sangat bersyukur bisa ikut acara ini? Jawabannya adalah karena pembicaranya yang luar biasa keren. Bukan hanya keren penampilan, tapi juga keren pemikiran dan prestasinya, terutama untuk Indonesia tercinta. Semangat berbagi, itulah yang melekat pada dirinya. Sebelumnya, Assad sudah beberapa kali ke Undip, namun aku belum mendapat kesempatan untuk mengikuti acaranya, dan Alhamdulillah kemaren kesampaian juga.

Ceritanya panjang, ketika itu hari Jumat pagi, 2 minggu sebelum acara, saat kajian jumat, diumumkan bahwa akan ada talkshow dengan pembicara Muhammad Assad, gratis lagi. Namun aku tak mendengar pengumuman terlalu jelas, sesampainya di kampus aku baru mencari-cari berita tentang acara Assad di Semarang, dan hasilnya nihil. Beberapa kali kucari, tetap tak ada. Saat itu, meski tidak tau acaranya kapan dan di mana, yang jelas, setelah mendengar kata gratis, aku langsung berfikir bahwa aku harus ikut. Kapan lagi Assad jadi pembicara ke Semarang? Gratis lagi.

Akhirnya pada 4 November 2014 malam, aku ditanya temanku Yuli melalui sms, apa aku sudah daftar seminarnya Assad? Lah, aku kaget, kog Yuli tau? Dapet info darimana? Tapi ya Alhamdulillah sudah dikasih info, meski telat. Yuli langsung menyuruhku segera daftar melalui sms dan diberikanlah cp panitia. Langsung aku daftar saat itu juga jam 19;57. Setelah itu baru aku menjelajah di twitter tentang acara Assad ini, hasilnya tetep nol. Karena penasaran, menginjaklah fb, dan dari sana ternyata ada pengumuman pamflet acaranya Assad di fb Skripsi atau rohis Psikologi. Di sana tertera pengumuman bahwa hari terakhir pendaftaran yaitu tanggal 2 November 2014, dan itu adalah 2 hari yang lalu dari hari itu, tapi biarlah. Kuotanya 150 orang mahasiswa se Jateng-DIY.

Ternyata Yuli juga telat mendaftar, yaitu di hari kemarennya, atau 3 November 2014, dan dia berhasil mendapatkan tiket. Tak lama setelah aku mendaftar, dapatlah itu balasan dari panitia jam 20;07, yaitu “Terimakasih sudah mendaftar talkshow pemuda muslim Indonesia.. mohon maaf kuota sudah penuh.. jadi sementara kami masukkan waiting list.. untuk info lebih lanjut akan kami kabarkan secepatnya maksimal besok sore.. sukron, semangat ”. Rasanya itu kecewa dan sebel, kenapa tak dari kemaren-kemaren searching yang bener. Tapi ada satu rasa yakin, yaitu; aku pasti dan harus bisa ikut acara ini. Assad adalah orang yang sangat aku kagumi. Awal mengetahui sosok Assad yaitu dari buku dan tulisan2nya, sangat menginspirasi, dan pasti membuat siapapun berfikir bahwa Assad orang hebat. Buku notes from Qatar 2 aku pinjam dari adik sepupuku, Zulfa.

Di dalam bukunya, Assad sendiri yang bilang bahwa jika ingin apapun, yakinlah, minta sama Allah dan usaha. Salah satu usahanya yaitu dengan sedekah, itulah bukti kesungguhan kita. Akhirnya aku cerita ke teman di wismaku, dan bertanya apakah aku harus sedekah? dia malah bilang minta dibelikan es jus jambu buat sedekah, yasudah, keesokan harinya, baru aku belikan jus jambu. Tak lupa aku minta doa agar aku bisa ikut talkshow Assad. Saat itu, entah kenapa aku sangat percaya akan dapat kesempatan itu. Hingga apabila tidak dapat tiket, saya akan nekad datang dan berharap ada kursi kosong buatku, tak diberi snack dan makan siang tak apalah, yang penting bisa ikut.

Hingga besok sorenya, yaitu tanggal 5 November tak ada kabar, akhirnya tanggal 6 November aku sms ke panitia, menanyakan apakah masih ada kesempatan. Dibalas “mohon maaf husna.. baru bisa kasih kepastian nanti siang tdk apa2? Karena masih menunggu confirm peserta. insyaallah husna ada di posisi waiting list pertama jd kemungkinan besar bisa.” Namun, sama saja, hingga siang itu tak ada kabar, bahkan pada siang hari berikutnya. Akhirnya tanggal 7 November pukul 15.30 aku sms panitia lagi dan bertanya terkait kepastiannya bagaimana, dan entah bagaimana girangnya aku ketika itu, sms ku dibalas oleh panitia pada pukul 15.37, “waalaikumsalam, selamat untuk mba husna mafaza bisa mengikuti seminar besok, tp maaf utk sertifikt mb husna menyusul tdk apa2? Dalam hatiku sangat senang tidak kepalang, apa peduli tentang sertifikat, yang penting ilmu dan pengalamanya. Aku luapkan kegembiraanku pada teman-teman yang ada di wisma saat itu, hingga mereka terheran-heran dengan sikapku.

Hari H datang juga, akhirnya aku berangkat sehabis ma’had pementor di masjid FSM, sedangkan Yuli langsung dari wismanya dan meluncur ke TKP, sehingga aku menunggunya di masjid Psikologi. Ketika masuk aula, perasaan senang dan merasa beruntung menghinggapi. Apalagi beberapa mahasiswa dari Universitas lain juga ikut turut ambil bagian. Disambut dengan 2 MC yang kece-kece menggunakan pakaian muslim ala arab berwarna putih-putih. Ada pula sambutan-sambutan, salah satunya bunda Endah Darosy, dosen Psikologi Undip. Setelah itu ada penampilan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh beberapa orang yang tak kalah keren.

Ketika dibacakan CV Assad oleh moderator, yaitu mas Joni Firmansyah atau Jofi, perasaanku merasa percaya nggak percaya, apa benar Assad ada di sini, apa aku bakal ketemu langsung dengan orang luar biasa ini? Tak lama kemudian, semua pertanyaan di pikiran menguap seketika saat Assad melangkah memasuki aula dan menaiki panggung. Ternyata orangnya tinggi, lebih tinggi dari perkiraanku.

Talkshow Pemuda Muslim Indonesia mengusung tema “Pemuda, Cinta, Cita dan Karya”. Sebagai pembuka, Assad meminta 2 orang untuk maju menceritakan impian atau cita-citanya. Tak lama, 2 orang pun maju, setelah mereka cerita, Assad langsung memberikan masing-masing satu buku NFQ nya secara gratis. Ia sengaja tidak memberitahukan imbalannya, karena apabila tahu, pastilah semua berebut maju. 2 orang itulah yang aktif dan inisiatif. Sempat nyesel, ngiri, tapi tetap mengapresiasi orang yang berani, memang sebuah imbalan yang pantas diterima.

Assad menekankan bahwa, setiap orang harus memiliki cita-cita. Ia mengibaratkan apabila esok pagi tadi ia sampai bandara pukul setengah enam, panitia tidak menjemput dan ia tidak tau hendak kemana, maka yang ada mungkin ia akan naik taksi. Ketika ditanya hendak kemana oleh sopir taksi dan ia menjawab terserah bapak saja, maka yang terjadi adalah pak sopir akan bertanya berapa uang yang anda punya, setelah itu sang sopir taksi akan membawa keliling kota tanpa arah yang jelas hingga argo menunjukkan sejumlah uang yang dipunya. Seperti itulah apabila kita saat ini masih belum tahu arah yang kita tuju hendak kemana. Akan jadi apa kita nanti dan cita-cita apa yang akan diraih dan diusahakan.

Apabila kita masih tidak tahu cita-cita yang akan dituju, maka yang terjadi adalah kerugian. Pertama adalah rugi waktu, kita hanya akan muter-muter mencari jati diri atau mencari pekerjaan, yang kedua rugi energi, dan yang ketiga rugi materi. Sehingga, mulai saat ini juga, tanamkan dalam diri kita bahwa kita harus sukses! Kenapa ? Karena muslim yang kuat lebih dicintai Allah SWT dibanding muslim yang lemah. Kuat di sini bisa diartikan kaya atau kuat finansialnya. Dengan menjadi muslim yang sholeh dan kaya, maka bisa menjadi lebih bermanfaat. Kemanfaatannya akan lebih mudah dilakukan dan dirasakan.

Rasulullah SAW adalah orang yang kaya. Jangan salah persepsi, ketika Rasul menikah dengan Khadijah, Rasulullah bukanlah orang miskin yang menikah dengan janda kaya. Justru saat itu Rasulullah adalah orang kaya. Buktinya ? Mahar pernikahan Rasulullah yang diberikan kepada Khadijah adalah 100 ekor unta atau apabila dibeli pada saat ini, maka akan berharga lebih dari 1 Milyar rupiah. Mana ada zaman sekarang orang yang mahar pernikahannya senilai 1 Milyar ? itulah bukti bahwa Rasulullah adalah orang kaya. Bahkan, setelah menikah, Khadijah menjadi lebih kaya lagi karena ia mempercayakan bisnisnya kepada Rasulullah. Namun, Rasulullah dan para sahabat menggunakan kekayaannya untuk umat, dan bukan untuk kesenangan diri sendiri.

Sukses itu adalah hak dan kewajiban. Hak setiap orang apabila ingin sukses, kuncinya pada kerja keras dan doa. Tak ada yang bisa menggantikan kerja keras, karena kesuksesan adalah ketika keberuntungan bertemu dengan kesiapan. Namun, perlu disadari juga bahwa sukses adalah kewajiban bagi setiap muslim. Orang Islam wajib sukses dunia dan sukses akhirat. Tanamkan bahwa kita harus sukses, karena kita mempuyai kewajiban untuk memperjuangkan kejayaan Islam di muka bumi.

Berbicara sukses, biasanya kita lupa satu hal, “We always want to change the world, but we forget to change our self”. Sebelum merubah dunia, ubahlah diri kita sediri, evaluasi, koreksi dan perbaikan diri harus berjalan seiringan dengan usaha kita memperbaiki lingkungan sekitar.

Menurut assad, ada tiga fase sukses, yakni; fase millennium yaitu kehidupan di dunia, kedua adalah maut, yaitu ketika rumah kita berubah menjadi tipe 2×1 dan orang yang paling disayang pun tak akan sudi menemani kita. Fase ketiga adalah fase mahsyar, yaitu ketika matahari hanya berjarak satu hasta dari kepala dan ketika kita melewati jembatan yang lebarnya hanya seukuran sehelai rambut dibagi tujuh. Saat ketika tak ada lagi pertolongan kecuali atas kasih sayang dan izin Allah.

Sukses menurut Islam ada pada Al-Quran surat Al-Jatsiyah ayat 26. Dengan mengetahui definisi sukses menurut Islam, maka yang harus dilakukan adalah menjadi sukses dengan nilai, “succes with value”. Apa artinya? Yaitu sukses dengan penuh kebermanfaatan bagi orang lain dan sarat akan kebaikan-kebaikan. Kebaikan dapat diartikan sebagai sikap yang baik, yaitu nilai-nilai kejujuran dan kerja keras.

Nilai dalam diri seseorang dapat diibaratkan nilai yang tertera dalam setiap mata uang. Uang seratus ribu yang masih rapi, kemudian diacak-acak dan diinjak-injak, maka ia tetap bernilai seratus ribu. Artinya, nilai dalam diri seseorang tidak akan bisa diambil atau dicuri dan tidak akan bisa hilang meski diperlakukan tidak baik. Maka, jadikan diri kita bernilai, nilai itu harus terus diasah, agar memiliki kekuatan yang melekat dalam diri kita.
Bagaimana cara mencapai sukses dengan nilai? Yaitu dengan menghindari beberapa hal. Stop; hedonism, instant, and vested interest. Hedonisme adalah hidup bermewah-mewahan, sesekali boleh lah, tapi jangan berlebihan. Hindari sikap instant atau keinginan bahwa apapun dapat diperoleh dalam waktu sekejab, lewati prosesnya, dapatkan esensinya. Vested interest adalah sikap mementingkan diri sendiri, kita tak akan sukses bernilai apabila yang menjadi acuan hanya diri sendiri. Dengan sukses bernilai, kita dapat menebar manfaat untuk; diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan dunia.

Beberapa poin yang didapat dari sesi tanya jawab yaitu; untuk mendapatkan beasiswa, kuncinya adalah niat, tekad, dan usaha. Beasiswa bukan didapatkan oleh orang yang paling pintar, tapi oleh orang yang bertekad kuat. Bukan hanya dalam mencari beasiswa, tapi dalam segala hal, yang harus dilakukan adalah berpikir positif, terus berusaha, yakin dan jangan menyerah, serta diiringi dengan doa. Remaja yang istiqomah, diawali dari dasar agama yang kokoh, yakni dari didikan orangtua dan keluarga. Sekuat apa kemampuan seorang remaja dalam mengendalikan hawa nafsunya adalah tergantung dari sekuat apa dasar agama yang telah ditanamkan di dalam dirinya. Apabila seorang muslim yang taat beribadah masih saja tergoda dengan yang namanya ‘pacaran’, maka hanya sekuat itulah dasar agama yang telah tertanam dalam dirinya.

11;11 PM, 11-11-2014, @wisma rumaisha, room 4.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s