UNDIP-Semester2#berwarna

Sebenarnya sudah telat untuk menuliskannya, karena semester 3 telah berjalan selama 1 minggu. Waktu luang yang berjalan hampir 2 bulan pun belum bisa aku manfaatkan secara efektif. Liburan semester 2 yang aku sayangkan, tapi biarlah telah berlalu. Apapun yang terjadi, semester 2 tetaplah menjadi sejarahku di undip tercinta.

Di semester 2 aku cukup canggung untuk ke kampus tanpa menggunakan atribut maba. Aneh rasanya melepas name-tag dan pita ijo yang selalu menemani hari-hari di semester 1. Untuk pertama kalinya merasa ‘bebas’ dalam arti dari tugas-tugas PPM, hehe.. merasa udah bukan maba, padahal juga masih maba, maksudnya -euforianya udah beda-. Tapi saat itu baru kerasa besarnya arti PPM buat angkatan kita. Baru kerasa kangennya bergelut dengan tugas angkatan yang menyatukan hati kita (kangen bukan berarti mau lagi :D)

Di semester 2 aku berkenalan dengan organisasi kampus. Masih meraba-raba apa yang sebenernya bisa aku lakukan. Masih berasa ‘mencoba’ setiap organisasi yang ada. Masih yang bingung mau ngapain. Masih yang nyantai dan sekedar nunggu disuruh. Masih yang berasa nggak terlalu bertanggungjawab. Masih yang astaghfirullah. But, semester 2 tetep lah memberi warna. Di semester 2 aku baru bisa menjawab rasa penasaranku sama kegiatan yang disebut ‘syuro’. Di semester 2 aku bisa mengenal temen-temen jurusan lain di fsm dan bekerja sama dengan mereka. Mungkin, ikut 4 organisasi sekedar coba-coba, tapi ternyata setiap organisasi punya cara dan kesan tersendiri untuk turut mewarnai hariku. Setiap organisasi punya rasa dan ke-khas-an masing-masing. Bahagia bisa menjadi bagian di dalamnya dan terimakasih buat semua pengalaman dan pengajarannya. For my lovely friends in Fostibi, Madani, RIC, dan KAMMI mipa undip 2014.

Di semester 2 aku mulai mengenal yang namanya wirausaha. Aku didorong oleh abah untuk berani berjualan. Dari mulai jualan kaos kaki, baju, kemeja, rok jeans, rok batik, jilbab, mukena sampai titipan baju anak-anak dan kemeja bapak-bapak. Meski labanya juga nggak nutup kebutuhanku, tapi ternyata jualan itu seru. Jualan itu menyenangkan. Meski banyak penolakan, tapi ada kelegaan dibalik setiap kesepakatan. Di situ aku banyak belajar, dan baru ‘ngeh’ bahwa ternyata cari uang itu nggak segampang yang ada di pikiran. Dan rasa bahagia itu muncul ketika aku bisa membantu menyediakan apa yang mereka butuhkan dan mereka pun membeli dengan senang hati. Menerima barang dengan kepuasan dan tanpa paksaan, yang terpenting adalah hubungan baik dan rasa bahagia untuk saling membutuhkan dan diuntungkan.

Di semester 2 aku terpesona dengan indahnya keluarga wisma shofiyah. Aku terbuang dengan bangga dari kamar pojok yang puanas kalo siang, ke middle room yang gelap gulita tapi sejuk dirasa, halah. Aku dipersaudarakan dengan mbak aik yang telah ngajarin aku banyak hal. Shofiyah adalah kenangan manis pertama kali di undip. Nggak akan terlupakan dan yang jelas nggak akan tergantikan. Shofiyah’ers 2013 itu ngangenin dan selalu di hati -ini beneeraan-. Kesan pertama itu ya sepesial, meski itu telah berlalu, meski sudah ada yang baru, tetap tak akan bisa menggantikan yang ituu. Miss you as always shofiyah 2013! Kalo kata mbak iin, ‘uwedyaan gengs’. Kalo udah ngobrol bareng di ruang tengah tuh ya, ramenya kemana-mana, panas tu diskusinya, dan seneng banget dengerin cerita-cerita atau ributnya mereka. Di semester 2 itu aku udah ngerasa deket aja sama warga shofiyah, udah ngerasa ngenal karakternya, udah bisa menerima kelebihan dan kekurangannya, udah ngerti kebiasaannya. Yah inilah keluargaku, yah merekalah saudara-saudara terdekatku yang nggak terhitung lagi jasa mereka buat aku. Terimakasih banyak warga shofiyah 2013 yang udah turut mewarnai hidupku.

Di semester 2 aku merasakan ramadhan pertama kali bersama keluarga di Semarang. Ramadhan adalah bulan istimewa. Ramadhan identik dengan berkumpul bersama keluarga. Daan di sinilah keluarga baruku, di undip, di Semarang. 3 minggu yang penuh suka cita, 3 minggu yang penuh kisah cinta, cinta yang terbangun indah bersama keluarga shofiyah. Apalagi itu jamannya uas. Kenangan sahur bareng, ngabuburit bareng, buka bareng, sholat taraweh bareng, ikut wiru bareng, dan semua itu ninggalin kesan tersendiri. Sahur bareng yang bener-bener sama rasa sama rata deh, seadanya banget, ada ayam ya dimakan, ada ikan ya gak masalah, haha.. Ngabuburit yang kalo udah sore tuh hobinya nonton anak-anak luar biasa di hafizh qur’an Indonesia, disertai ngobrol bareng di ruang tengah. Nah, kalo udah tiba waktu buka dan belum nyiapin apa-apa, tenang aja, ada delivery order langganan shofiyah kalo lagi mager. Ada juga pertama kali wiru ramadhan yang jalan kaki bareng, abis itu nggak dapet jatah buka di maskam, pulangnya ujan-ujanan, padahal besoknya ujian. Dan hobinya shofiyah adalah lari-lari ke masjid belakang wisma, tempat taraweh favorit dah. Oh iya, ada juga belajar baca al-quran bareng di kamarnya mbak hanna. Pokoknya kenangan bangeet!

Di semester 2 aku tiba-tiba berubah jadi anak pulangan. Grafik kepulanganku itu naik drastis, dari yang semester satu cuma pulang 2 kali, di semester 2 tuh sampe nggak keitung. Aku sih lupa, tapi ada kali 7 kali pulang. Seakan membayar lunas hutang pulang semester 1. Parah ya ! bukannya nggak betah atau apa, tapi berasa udah bebas aja pulang pergi ke rumah, semester 1 kan masih yang terikat kontrak gitu tuh. Tapi sebenernya banyak juga karena urusan jual beli. Ya yang penting dinikmati ajalah, mumpung masih bisa pulang. Sedihnya, kalo pulang tuh, rasanya nggak mau balik lagi ke Semarang. Hehew.

Di semester 2 aku belum optimal. Belum optimal dari segi IP, organisasi, maupun waktu liburan yang terlewat begitu saja. Lebih nyantai dan nggak minat belajar, jadi pasrah dan nggak semangat buat naikin IP. Lebih sering pulang dan itu banyak ninggalin amanah di organisasi. Banyak kesalahan yang kulakukan, banyak dosa yang tertanggungkan, dan banyak tugas yang terabaikan. Memang semua itu pilihan. Tapi jangan sampai dengan mudahnya membenarkan suatu alasan. Tetap berusaha memperbaiki diri di semester depan. Fighting!

Di semester 2 golgi berduka. Golgi, sebuah angkatan bersejarah yang penuh suka cita. Sebuah istilah yang berarti perjuangan dan keluarga. Sebuah komunitas dengan seratus tiga puluh satu karakteristik berbeda. Sebuah wadah yang hingga saatnya nanti berkembang dan menebar manfaat kebahagiaan di dunia. Namun, di satu sore kala itu, membuka pesan sms yang serasa ’main-main’. Kesan yang pertama kali terlintas, jelas tak percaya. Baru sekian waktu dikabari bahwa salah satu anggota keluarga di golgi dirawat di rumah sakit. Tak berapa lama kemudian mendapat sms lagi bahwa ia telah meninggal dunia. Keluarga golgi berduka cita, salah satu anggota kami telah kembali ke rahmatullah, saudariku renita tercinta. Semoga kesederhanaanmu, kedermawananmu, serta senyum manis penuh keikhlasanmu membawamu ke jannah-Nya. Aamiin.. Buat golgi; Ya Allah, kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, hingga ke Jannah-Nya kelak.

@kamar4rumaisha, 23 Agustus 2014-11 Januari 2015

4 thoughts on “UNDIP-Semester2#berwarna

  1. assalamualaikum kak🙂 kak saya boleh gak minta contact kakak buat nanya2 seputar undip dan bidikmisi? saya udah add kakak di facebook tapi belum di confirm2.. makasih ya kak🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s