Aksi Teatrikal KAMMI Semarang #BangunDongJokowi

(22/03/15) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) daerah Semarang mengadakan aksi teatrikal di kawasan Car Free Day kota Semarang. Aksi ini melibatkan kader dari komisariat KAMMI se-Semarang yang kompak mengenakan seragam khasnya, yakni jaket merah kebanggaan. Aksi ini dimaksudkan untuk menyadarkan Presiden Jokowi yang seakan-akan tertidur pulas ketika penderitaan rakyat terjadi di mana-mana. Aksi dibuka dengan orasi dari ketua KAMMI Semarang, Muhammad Khanif Nasukha.

10584484_10203772565621177_717187386_o

Aksi teatrikal diawali dengan tokoh pemeran pak Jokowi sedang tertidur pulas. Kemudian muncul tokoh pemeran petani yang sedang membawa cangkul, petani merasa menderita karena harga beras melambung tinggi tetapi petani tidak mendapat keuntungannya. Disusul pemeran rakyat miskin dengan pakaian compang-camping membawa derigen minyak yang kesusahan karena harga BBM naik turun tak menentu. Setelah itu ada tokoh pemeran ibu rumah tangga membawa keranjang belanja yang pusing dengan kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok. Ada pula beberapa pemuda yang memerankan kerusuhan sedang terjadi di mana-mana. Dengan semua kejadian yang telah terjadi, pak Jokowi masih saja tertidur pulas. Maka rakyat pun geram, lalu berusaha membangunkan pak Jokowi dengan menggoyang-goyangkan tubuhnya, namun tetap tak berpengaruh. Jalan terakhir pun ditempuh, pak Jokowi yang masih tertidur kemudian disiram air hingga akhirnya bangun juga. Ternyata sebenarnya pak Jokowi tidak tertidur, hanya saja ada pengaruh-pengaruh orang luar yang menutupi mata pak Jokowi, sehingga dengan mudahnya bekerja sama dengan asing, sedangkan rakyat sendiri menderita. Nilai rupiah pun anjlok bebas hingga mencapai 13.000 rupiah per dollar Amerika, ditunjukkan dengan aksi teatrikal kertas bertuliskan nilai rupiah yang diinjak. Tak lupa dengan adanya konflik antara KPK vs Polri. Rakyat terus berusaha menyadarkan pak Jokowi atas kegaduhan yang terjadi, namun selalu gagal karena ada pelindung-pelindung Jokowi yang terus menghalangi.

11074965_10203772565701179_1822175493_o

Aksi teatrikal pun diakhiri dengan pernyataan menuntut presiden Jokowi untuk bangun dan melihat penderitaan rakyat hingga akhirnya turun tangan mengatasi semua masalah yang sedang terjadi di negeri ini atau turun tahta dari jabatan presiden Republik Indonesia. Dilanjutkan pembacaan puisi dari salah satu kader KAMMI. Puncak acara adalah orasi yang disampaikan oleh Miqdad Haqqony.

11069217_10203772565421172_1697645855_o

Aksi teatrikal ini mengundang simpati segenap warga Semarang yang sedang beraktivitas di Car Free Day untuk turut serta menyaksikan aksi dan menyuarakan pendapatnya. Masyarakat diajak untuk ikut berpartisipasi aktif dengan cara voting memilih Jokowi untuk turun tangan atau turun tahta. Apabila memilih Jokowi turun tangan, maka diminta menempelkan kertas berbentuk hati atau love di papan kertas bertuliskan Jokowi turun tangan. Begitu pula jika menginginkan Jokowi turun tahta, maka menempelkan di papan bertuliskan Jokowi turun tahta.

Hasil voting dari partisipasi masyarakat yaitu, ternyata masih lebih banyak masyarakat yang peduli dan berharap Jokowi segera turun tangan mengatasi masalah negeri ini dibandingkan masyarakat yang memilih Jokowi untuk turun tahta. Artinya, banyak masyarakat yang masih optimis pada kepemimpinan pak Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia. Sehingga, harapannya pak Jokowi segera turun tangan dan bergerak menyelesaikan berbagai persoalan negeri yang sedang terjadi dan mementingkan kepentingan rakyat di setiap kebijakan yang diambilnya.

11087066_10203772565501174_2071370525_o

KAMMI Daerah Semarang bersama rakyat menuntut :

  1. Segala macam permasalahan tersebut hanya dapat diatasi dengan kembalinya pemimpin tertinggi Indonesia kepada fungsinya secara maksimal. Presiden Indonesia dituntut untuk lepas dari segala macam ketergantungan, tekanan, serta pesanan dan kembalinya turun tangan dengan segala macam kebijakan prorakyat guna menyelesaikan segala macam masalah.
  2. Presiden Indonesia dituntut untuk bangun dan tidak bermalas-malasan untuk segera menyelesaikan permasalahan ekonomi. Menstabilkan harga kebutuhan pokok, membawa perekonomian nasional kembali kuat untuk disejajarkan dengan perekonomian internasional.
  3. Mengembalikan supremasi hukum kepada para penegak hukum yang telah diberikan mandat secara legal formal dalam konstitusi dan bukan hanya sekedar lembaga ad-hoc. Presiden Indonesia juga dituntut tegas untuk memberikan sanksi kepada segala macam penyelewengan, narkoba, korupsi dan kinerja Menteri yang amburadul.

sumber gambar: kammisemarang.or.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s