Jadi Guru TK itu Sesuatu Bangeet!

Satu bulan berada di TK Taqiyya, banyak memberiku pelajaran berharga dan memberikan gambaran tentang dunia anak dan juga dunia kerja. Terima kasih pada bu hasti selaku kepala sekolah yang telah memberikan tawaran luar biasa dan memberikan kepercayaan untuk membantu mengajar di TK Taqiyya. Terima kasih banyak pada bu yeni yang telah membukakan pintu gerbang awal, yakni mengajakku bergabung di TK Taqiyya dan memberikan kesempatan untuk menjadi guru pendamping di kelasnya. Terima kasih juga kepada bu asti yang telah rela memberikan zona nyamannya kepadaku, dan terima kasih kepada seluruh guru-guru di TK Taqiyya atas kebersamaan dan bimbingannya selama sebulan ini. Tidak lupa terima kasih pula pada bu wiwik atas segala masakannya yang selalu enak, dan yang terakhir, terima kasih buat semua murid-murid TK Taqiyya, khususnya anak-anak di kelas Ali yang telah banyak memberikan inspirasi.

Menjadi guru TK yang kelihatannya sepele dan gampang, ternyata salah total, susahnya minta ampun. Apalagi pada hari pertama, aku ditugaskan untuk masuk di kelas Umar (TK A) yang telah berhasil memberikan kejutan. Saat itu aku benar-benar kaget dan syok melihat tingkah polah anak-anak yang nggak karuan karena wali kelasnya tidak masuk dan guru pendampingnya pun sedang ijin pulang kampung. Akhirnya kelas itu dipegang oleh guru lain, dan karena bukan dengan ibunya sendiri, maka kelas tetap tidak bisa kondusif, dan aku hanya bingung dan terbengong dihadapkan dengan keadaan kelas seperti itu. Pengalaman pertama yang menakutkan, menjengkelkan, dan membingungkan. Hari kedua, aku masih diminta masuk di kelas Umar, namun kali ini sangat terlihat sekali perbedaannya. Berhubung ibu wali kelasnya sudah masuk, maka kelas rapi dan tenang.

Cerita awal mulanya, aku bertemu dengan bu yeni yang sedang belanja di supermarket. Di sana, aku bilang kalau sedang libur semesteran selama sebulan lebih dan nggak ada kegiatan. Saat itu juga bu yeni langsung mengajakku untuk membantu mengajar di TK Taqiyya.

Menjadi guru TK itu tanggung jawabnya gede, butuh kerja keras, butuh pengalaman, dan satu yang pasti, butuh keikhlasan dalam momong anak-anak. Lebih tepat pada kata ‘momong’ daripada mengajar. Tapi juga tak lepas dari kegiatan mengajar. Ternyata sangat tidak gampang untuk mengatur-anak-anak kecil ini dengan segala tingkah polahnya yang bermacam-macam jenisnya. Karakter yang berbeda-beda membutuhkan pendekatan yang berbeda pula. Tidak bisa satu perlakuan diberlakukan kepada semua anak, karena mereka berbeda. Di sinilah pelajarannya, bagaimana caranya membagi perhatian dan bagaimana caranya memberikan kepercayaan kepada anak-anak, karena kepercayaan mereka kepada kita itu begitu penting. Tidak bisa kita asal melarang ini itu, karena mereka masih anak-anak, dan belum mengerti. Sehingga yang harus dilakukan adalah melakukan pendekatan dan memberikan pengertian dengan halus hingga mereka mau menerima apa yang kita katakan. Namun, jika tetap mengelak, kita bisa memberikan pilihan-pilihan, misalnya jika ia tidak mau, maka konsekuensinya adalah ini dan ini. Satu yang harus dijaga adalah konsistensi kita pada ucapan, karena anak-anak akan merekam apa yang kita katakan. Dan kita pun butuh kepercayaan mereka untuk bisa membimbing mereka untuk ke depannya.

Pengalaman ini membuatku merasa sangat berutang budi dengan ibu guru TK ku yang sudah sangat berjasa dan sabar dalam membimbingku. Aku pun merasa sangat kagum dengan guru-guru TK yang telah lama mendedikasikan hidupnya untuk masa depan anak bangsa. Kagum dengan semua kerja kerasnya dan perjuangan serta keihlasannya. Menjadi guru TK yang selalu ceria di hadapan anak-anaknya dan guru yang tak boleh terbawa emosi meski sedang menghadapi masalah. 2 Jempol untuk semua guru TK. Pengorbananya sungguh luar biasa.

@my lovely home, February 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s