Kenangan Manis Wisma Shofiyah 2013 #sesi2

Aku masih ingat ketika mbak linda mengenalkanku dengan wisma untuk pertama kalinya, ketika mbak linda mengingatkanku nomor daftar ulang verifikasi saat dipanggil panitia, ketika mbak linda rela menghabiskan waktu untuk mengobrol dengan abah meski hendak ujian semester. Aku masih ingat ketika pertama kali diantarkan ke wisma shofiyah oleh mbak nela dan mbak salsa, ketika diantar keliling melihat wisma oleh mbak desy, ketika aku langsung menyetujui untuk tinggal di wisma Shofiyah saat itu juga tanpa harus melihat wisma lainnya. Aku masih ingat ketika aku sampai di Semarang disambut oleh mbak linda dan nana di depan Gang Nirwanasari. Aku masih ingat ketika pertama kali aku makan bersama mbak linda dan nana di Oishi, hingga aku dan nana saling berpandangan karena tak sanggup lagi melahap nasi goreng dengan porsi entah apa itu namanya. Aku masih ingat ketika aku terheran-heran untuk sholat dhuhur saja membutuhkan waktu begitu lamanya. Aku masih ingat ketika diberitahu kalau kamarku adalah kamar yang aku enggani ketika melihat wisma pertama kali. Aku masih ingat ketika selama seminggu PMB fakultas, aku dan clara bisa-bisanya hanya makan dengan lauk telur goreng, ketika aku dan clara bergantian masak nasi, dan ketika mbak-mbak menanyakan keanehan kita itu. Aku masih ingat ketika maba wisma Shofiyah 2013 berangkat jalan kaki dan naik angkot bersama menuju stadion Undip Tembalang. Aku masih ingat foto-foto narsis kita saat perjalanan pulang berjalan kaki bersama dan akhirnya tak mampu menahan teriknya matahari Tembalang hingga mampir ke FresHasan. Aku masih ingat ketika pertama kali aku sakit di wisma dan dengan spontanitasnya clara menyeduhkanku teh panas, ketika kita berjalan bersama-sama menuju acara pertemuan anak wisma FSM di masjid Polines padahal itu aku lemes banget. Ketika aku dipijit, dipinjami jaket BEM dan diantarkan pulang oleh mbak hanna, dan mbak hanna bingung nggak bisa bukain pintu wisma, ketika ditawarin makan apa dan dibelikan roti cokelat oleh mbak linda. Aku masih ingat ketika penghuni wisma Shofiyah sakit bergiliran setelahku, innalillahi, semoga nggak terulang lagi. Ketika setelahku ada mbak dilla, ayuk, clara dan mbak hanna yang sakit. Ketika di wisma Shofiyah ada keanehan sakit mata bergiliran dan Alhamdulillah aku enggak kena.

Aku masih ingat kenangan air hijau dengan aroma khasnya, ketika warga Shofiyah tak kehabisan cara menghadapi kran dapur dan kran kamar mandi yang sering lari kemana-mana, terutama kamar mandi atas, dengan sabarnya kita menanti aliran air selang kecil itu, ketika kita berjalan-jalan malam bersama dan foto-foto nggak jelas di pos kamling saat beli bakso, ketika jalan kaki malam menuju BQ Square hendak foto wisma, ketika melihat perjuangan mbak hau di semester akhir, ketika melihat kegalauan mbak evi saat ditinggalkan mbak hau yang dilampiaskan dengan hadir dan pergi secara tiba-tiba dari Kudus. Ketika mbak hau dan mbak evi menjadi penyelamat nasib perut kita alias paling rajin menggantikan jadwal masak. Ketika mbak hau memboyong orangtuanya ke wisma saat wisuda, ketika ibu dan mama mbak hau memasak untuk warga Shofiyah. Ketika merasakan keheningan dan dinginnya wisma saat semua warga Shofiyah telah pulang kampung dan hanya tersisa aku-khusnul yang masih menunggu nasib pelantikan warga Biologi.

Aku masih ingat ketika mbak iin menjerit histeris saat melihat tikus curut. Ketika khusu’nya al-ma’tsurat subuh digemparkan dengan kehadiran tikus hingga seisi wisma lari tunggang langgang bahkan naik ke atas sofa. Aku masih ingat ketika warga atas tiba-tiba nyambung dengan yang di bawah, atau yang di atas cengar cengir dengerin gosip di bawah. Aku masih ingat ketika mb iin disambut dan selalu diperhatikan karena hebohnya ceritanya. Ketika mb iin pulang KKN dan cerita pengalamannya, kemudian melihatkan foto-foto KKN dan foto naik gunung. Just 3 peoples in Shofiyah saat itu.

Aku masih ingat ketika mb linda dan khusnul bawa cemilan kamar, kita ngopi bareng, nge-es bareng, begadang bareng, nonton film bareng, cerita bareng, ngerjain laporan bareng  dan ketika laptop mb linda jadi penyelamat, atau ketika mb linda ngerjain laporan mortumku dan aku nge-revisi tumpukan laporan praktikan-nya.

Aku masih ingat ketika TV sukses bertahan hidup hingga tengah malam demi menyaksikan miss world di Bali dan ketika wisma Shofiyah tiba-tiba disesaki tamu tak diundang dengan alasan ingin melihat debat capres. Atau ketika rame-rame nonton final Piala Dunia dini hari itu.

Aku masih ingat ketika rutinitas wisma Shofiyah yang tiba-tiba lampu mati dan dipastikan tak lama kemudian terdengar teriakan “siapa yang nyetrika? ada yang masak nasi nggak? ada yang ngidupin air nggak?” Dan aku masih ingat ketika pemadaman listrik bergilir dan Shofiyah terkena dampaknya, sehingga kita bermalam bersama di ruang tengah untuk menikmati kegelapan dan berkeluh kesah tentang laporan yang belum kelar. Ketika warga Shofiyah berpencar demi menghapus keringat dan mengambil air wudhu karena mati lampu. Ketika aku dan mbak evi jalan kaki dalam kegelapan demi mencari se-ember air ke wisma nafisah.

Aku masih ingat ketika aku, khusnul dan mbak dila jalan bersama ke maskam demi mencari takjil gratis dan tarawih di maskam untuk pertama kalinya, dan ketika menerima kenyataan bahwa kupon makanan habis, dan ketika sehabis pesan makanan di warung, barulah mendapat sms bahwa nasi di maskam masih ada. Dan ketika hujan deras mengguyur dan membuat kita terkurung di maskam sekian lamanya padahal esok harinya ujian biokimia. Dan ketika hujan mulai reda, kita berjalan kaki pulang bersama. Hingga ketika di tengah perjalanan hujan mengguyur lagi dengan derasnya, lalu kita berteduh di rumah bapak-bapak yang gemar nongkrong dan merokok  di depan rumah, dan ketika dipinjami payung yang tak kembali-kembali hingga beberapa waktu lamanya.

Dan aku masih ingat ketika mbak hanna bilang, “pake jilbab, cantik”, saat aku membaca Al-Quran tanpa mengenakan jilbab. Dan aku pun masih teringat sederet kisah penuh cinta di wisma Shofiyah 2013 yang masih tersimpan rapih dalam memori ini, yang semoga dapat tertuang kembali di tulisan-tulisan selanjutnya🙂

Thank you to: mb hau, mb evi, mb linda, mb iin, mb dila, mb hanna, mb desy, mb aik, linda, nana, ayuk, khusnul, and clara.

I miss you Shofiyah 2013, LOVE you so much!

Wednesday, ‎July ‎16, ‎2014, ‏‎2:41:01 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s