Pertemuan Perdana KAMMI dan Taujih Ikhlas

Pertemuan perdana pengurus KAMMI MIPA Undip 2014 atau yang biasa disebut Generation X telah berlangsung pada tanggal 12 April 2014 bertempat di gedung Geofisika FSM sekitar pukul 4 sore. Alhamdulillah acara berlangsung lancar. Pertemuan ini dimulai dengan pembukaan dari MC yaitu akh Ponco (fisika ‘12), kemudian dilanjutkan tilawah Al-Quran oleh akh Zamakh (fisika ‘12), lalu ada sedikit taujih dari pak Dosen kita, yakni Ustadz Adi Darmawan. Dari taujih yang sedikit itu, semoga memberikan manfaat yang akan berdampak besar.

Tema taujih kali ini yaitu tentang ikhlas. Berikut sedikit ulasan mengenai taujih yang disampaikan oleh Ustadz Adi Darmawan. Ikhlas sendiri didefinisikan sebagai suatu perbuatan yang dilakukan dalam keadaan ringan maupun berat yang hanya berorientasi karena Allah SWT. Syarat ikhlas adalah niat karena Allah swt dan harus sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Contohnya dalam berdakwah, di akhirat nanti, kita akan dimintai pertanggungjawaban terkait untuk apa ilmu yang kita punya. Jangan sampai kita berbagi ilmu karena ingin dianggap sebagai ahli ilmu. Luruskan niat, berbagi ilmu hanya karena Allah SWT.

Khalid bin Walid adalah figur yang pantas dijadikan contoh ikhlas dalam kehidupan. Khalid adalah seorang panglima yang tidak pernah kalah dalam berperang. Maka dari itu, setelah Rasulullah SAW wafat, meski Khalifah telah berganti, namun panglima perang tetaplah Khalid. Hingga pada suatu hari, di bawah kepemimpinan Khalifah Umar, tiba-tiba Khalid dilepas dari jabatannya, yakni dari seorang panglima perang kemudian hanya menjadi prajurit biasa. Umar khawatir akan adanya pengkultusan terhadap Khalid.

Pada umumnya, apabila seorang pemimpin yang telah mempunyai jabatan penting, kemudian tiba-tiba dilepas dari jabatannya, maka ia akan berontak atau paling tidak ngambek. Namun, di sinilah istimewanya seorang Khalid, ia malah berkata, “Aku berperang bukan karena Umar, aku berperang hanya karena Allah SWT”. Maka, di mana pun ia ditempatkan itu tidak masalah. Mari belajar dari Khalid, di manapun posisi kita itu tidak masalah. Tinggal bagaimana kita melaksanakan amanah-amanah yang telah dipercayakan kepada kita. Laksanakan amanah yang diberikan dengan ikhlas dan totalitas.

Friday, ‎August ‎29, ‎2014, ‏‎3:33:33 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s