Antara Amanah dan Pulang Kampung

Kemarin (rabu, 10 sept 14) ada acara temu wisma fsm undip tahun 2014 di wisma cordoba, acara pertama adalah wejangan-wejangan dari mbak nela selaku presiden wisma fsm yang seperti biasa, yakni selalu luar biasa. Mbak nela adalah salah satu orang yang aku kagumi di undip karena kejujurannya, keblak-blakannya dan ke mak jlebnya.

Pembicara yang dihadirkan yaitu bu Dini Inayati, yang memberikan tausiyah dan nasehat luar biasa. Salah satu yang disampaikan yakni tentang pulang kampung, yang sempat membuatku tersindir karena aku pun sering pulang di semester 2 kemaren.  Menurut bu dini, pulang kampung dengan alasan berbakti kepada orangtua memiliki perbedaan tipis dengan berjuang untuk dakwah di kota rantau ini. Tidak ada yang salah dengan pulang kampung, namun juga jangan sampai lantas mengorbankan misi dakwah yang besar. Semua orang pastilah ingin pulang, ingin bisa bertemu orangtua, ingin bisa berbakti kepada orangtua. Tapi juga harus ingat amanah yang ada. Jika memang waktunya pulang maka silahkan pulang dengan waktu yang benar-benar dimanfaatkan dengan berbakti pada orangtua. Diharapkan waktu di rumah yang singkat dapat dimanfaatkan secara efektif untuk membantu orangtua, membahagiakan orangtua, dan banyak berdiskusi dengan orangtua dalam rangka menjalin komunikasi serta menjelaskan tentang keislaman kita.

Dengan kita bersedia tinggal di wisma yang insyaallah dapat mempererat ukhuwah, maka kita pun harus bersedia untuk saling berbagi dan saling peduli satu sama lain. Di wisma yang sudah terbiasa tinggal bersama dan saling berbagi meski mereka bukan siapa-siapa, tak ada ikatan saudara, namun bisa saling menyayangi karena disaudarakan oleh iman, maka seharusnya ketika pulang ke rumah, kita dapat menjadi lebih baik kepada adik atau saudara-saudara di rumah. Intinya, harus rukun sama adik di rumah karena sudah terbiasa rukun di wisma. Diharapkan kebiasaan-kebiasaan yang sudah baik di wisma dapat juga dilakukan di rumah.

September ‎11, ‎2014, ‏‎5:38:15 PM