Hanya Renungan untuk Diri Sendiri

Lelah? Merasa benar? Merasa berjasa? Padahal kerja juga nggak ada. Sok ngomongin orang? Diri sendiri aja ilang-ilangan. Banyak membenarkan alasan-alasan yang sebenarnya tak pantas diucapkan. Sukanya mengeluh pada orang, emang berguna? Allah dikemanakan? Carilah solusi, bukan ghibah sana-sini. Hanya menjelek-jelekkan, apa murni ingin memperbaiki? Lihat ke dalam hati nurani, rajin evaluasi diri. Sok komentarin orang? Kerjaan sendiri aja orat-aritan. Luruskan niat, kerja disini buat siapa? Kalo semua karena Allah, insyaallah nggak ada tuh yang namanya rasa kecewa. Sabar dan syukur juga karena Allah. Ingat, hanya dengan mengingat Allah lah hati bisa tenang. Banyakin tilawahnya, khusyukin sholatnya, dan banyakin doanya. Jangan anggap diri sendiri itu baik, masih banyak kok yang lebih baik. Merasa banyak salah ? Ingat lagi niatnya, evaluasi diri. Orang mengkritik itu tanda sayang, orang kasih saran itu tanda perhatian, orang menyindir pedas itu tanda banyak memberi harapan. Ingat, jangan kecewakan kepercayaan. Yuk evaluasi, perbaiki diri sendiri dulu. Banyakin istighfar dan minta dimudahkan. Allah maha segalanya kok, nggak ada yang nggak bisa dilakukan sama Allah. Kalo udah tau salah, nggak usah mengeluh, lakukan perbaikan dan lakukan yang terbaik. Nggak usah minta dinilai orang, puas aja sama penilaian allah. Allah paling tau yang terjadi dan paling tau yang terbaik. Sedih, kecewa itu biasa. Sadar diri, kalo salah itu bukan untuk ditangisi, tapi segera diperbaiki. Tidak sempat bukan karena sibuk atau padatnya urusan, tapi lebih karena tidak menyempatkan, tidak memprioritaskan, tidak menganggap penting urusan. Urusan sekecil apapun, kalo tidak dilakukan, sadarkah telah mengecewakan orang lain? Mau diri ini dianggap sepele juga ? Ketika masih ada kesempatan bernafas, itu tanda Allah masih sayang dan memberi kesempatan perbaikan. Berdoalah agar lisan selalu terjaga dan akhlaq senantiasa terpelihara. Bukan waktunya lagi mempertanyakan pantas atau tidak pantas, kalau amanah menghampiri, berarti Allah sudah percaya sama kita. Pantaskah kita tidak percaya sama Allah yang memberi amanah ? Tinggal bagaimana memantaskan dan melakukan semampu dan seterbaik yang kita bisa. Semangat perbaikan karena Allah.

9 November 2015, @rumaisha1, 9 :31 PM

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s