UKHUWAH

Berkata Musa: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku, teguhkanlah kekuatanku dengan adanya dia, dan jadikanlah dia teman dalam urusanku, supaya kami banyak bertasbih kepada-Mu, dan banyak mengingat-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Melihat (keadaan) kami”. (QS. Thaha 25-35)

Ciri-ciri saudara seiman:

  1. Menjadi patner dalam setiap tugas berat
  2. Saling meneguhkan kekuatan dan kedudukan, saudara seiman itu saling menguatkan.
  3. Menjadi teman dalam setiap urusan
  4. Mendekatkan diri kepada Allah dan mengingatkan akan kematian, bukanlah saudara seiman apabila menjauhkan kita dari Allah. Saudara seiman itu tidak datang tiba-tiba, maka kita harus minta sama Allah.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. (QS. Al-Mumtahanah: 1)

Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Al-Mumtahanah: 8)

Kita harus memilih teman, tapi harus berbuat baik dan adil kepada semua orang. Yang harus kita sadari, di manapun kita berada pasti akan ada pertarungan haq dan bathil, maka kita harus pandai memposisikan diri.

Tahapan ukhuwah:

  1. Ta’aruf/ mengenal, kenal adalah mengetahui informasi penting yang harus diketahui.
  2. Tafahum/ memahami, mengetahui sifatnya, karakteristik, kebiasaan dan keburukannya.
  3. Ta’awun/ tolong menolong, tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa. Langsung menolong apabila dimintai pertolongan.
  4. Takaful, sudah dalam ikatan ukhuwahnya, sudah saling mengerti, tahu apabila saudaranya dalam kondisi kesulitan, tanpa diminta pun sudah datang untuk menolong dengan sukarela.

Teamwork ada dalam persahabatan, lembaga yang ukhuwahnya bagus, kinerjanya juga akan bagus.

Saat tersakiti, maka hati kita akan cenderung resisten atau berhati-hati. Namun, apabila hati kita bersih, maka akan mengedepankan hati nurani daripada ingatan tentang keburukan orang lain.

Allah bukan menyuruh kita untuk minta maaf, tapi memaafkan, karena memaafkan memang jauh lebih sulit.

Notulensi Up Grading Fostibi, Pembicara: Reza Auliarahman, 8 Juni 2014 @hutan penggaron

22 July 2016, 03:56 PM @kartasura

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s